SURABAYA (Lentera) – Universitas Surabaya (Ubaya) memulai proyek besar pengembangan infrastruktur kampus dengan membangun Ubaya Tower dan gedung baru Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE). Proyek yang ditandai dengan groundbreaking pada Senin (27/7/2026) itu menjadi langkah strategis untuk memusatkan layanan universitas sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di Kampus Ubaya Tenggilis.
Groundbreaking dilakukan secara simbolis oleh Ketua Yayasan Universitas Surabaya, Drs. Darmo Handoyo, Apt., bersama jajaran yayasan dan pimpinan universitas.
Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto, mengatakan pembangunan tersebut merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar yang pernah dilakukan Ubaya. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
"Ini merupakan pembangunan yang sangat besar. Namun, mengingat semangat dari Yayasan Universitas Surabaya, jajaran pimpinan Ubaya, dan seluruh mitra yang selama ini telah bekerja sama dengan Ubaya, saya percaya proses pembangunan akan berjalan baik dan lancar. Mari kita doakan pembangunan ini bersama-sama," ujar Benny dikutip Selasa (28/7/2026).
Sementara itu, Darmo Handoyo menyampaikan proyek tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap mendiang Ketua Umum Yayasan Universitas Surabaya, Anton Prijatno, S.H., yang wafat pada Juni 2026. Menurutnya, pembangunan Ubaya Tower merupakan salah satu cita-cita besar almarhum yang telah dirancang sebelum beliau berpulang.
"Pembangunan ini adalah salah satu kerinduan terbesar Bapak Anton yang sudah dimulai sebelum beliau berpulang. Sekarang, kita harus mewujudkan pembangunan ini untuk mengenang jasanya," kata Darmo.
Di sisi lain, Wakil Rektor IV Ubaya, Djuwari, Ph.D., menjelaskan kompleks bangunan seluas sekitar 20.000 meter persegi itu akan menjadi pusat layanan universitas. Selama ini, sejumlah layanan administrasi dan akademik masih tersebar di Kampus Ubaya Tenggilis dan Kampus Ubaya Ngagel.
"Melalui pembangunan tersebut, kantor rektorat, kantor pusat yayasan, serta sejumlah direktorat penunjang akan dipusatkan di Kampus Ubaya Tenggilis sebagai kampus utama sehingga pelayanan kepada sivitas akademika menjadi lebih terintegrasi," tuturnya.
Selain Ubaya Tower, proyek ini juga mencakup pembangunan gedung baru Fakultas Bisnis dan Ekonomika setinggi delapan lantai. Gedung baru itu menggantikan bangunan lama FBE yang merupakan gedung tertua di Kampus Ubaya Tenggilis dan dinilai sudah membutuhkan peremajaan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih nyaman dan produktif.
Tak hanya itu, Ubaya juga membangun auditorium empat lantai berkapasitas 1.500 orang yang akan menjadi salah satu dari empat bangunan utama dalam proyek tersebut. Auditorium ini dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan berskala besar, mulai dari wisuda, seminar nasional, hingga kegiatan akademik dan nonakademik lainnya.
Keseluruhan proyek pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 20 bulan. "Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan semakin memperkuat posisi Ubaya sebagai perguruan tinggi yang terus berinvestasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia," tutupnya. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
