25 July 2026

Get In Touch

Pemkot Surabaya Petakan Potensi Warga Miskin Lewat BRIDA STEP, Bantuan Disesuaikan Kebutuhan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji.

SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menerapkan pendekatan baru dalam upaya pengentasan kemiskinan. Melalui inovasi BRIDA STEP (Surabaya Talent Entrepreneurial Path), warga miskin (gakin) akan dipetakan berdasarkan potensi, karakter, dan kesiapan bekerja sehingga program pemberdayaan yang diberikan lebih tepat sasaran.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan selama ini berbagai program pemberdayaan, seperti Rumah Padat Karya (RPK), Sentra Wisata Kuliner (SWK), maupun bantuan modal usaha, kerap tidak berjalan optimal karena seluruh penerima diperlakukan dengan pendekatan yang sama tanpa melalui asesmen terlebih dahulu.

"Selama ini kita tidak pernah mengases atau membedakan kapasitas setiap warga. Semua disamaratakan, misalnya diberi rombong atau modal, tetapi besoknya bantuan justru tidak berjalan. Ternyata warga kurang mampu itu harus kita pisahkan, mana yang punya potensi dan semangat kerja, serta mana yang butuh pendampingan mental dan motivasi terlebih dahulu," kata Agus, Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan penelitian awal menggunakan metode Slovin terhadap 448 responden di 30 kecamatan di Surabaya yang dilakukan bersama Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Brida membagi kapasitas warga ke dalam empat kelompok.

Kelompok pertama merupakan warga yang membutuhkan penguatan motivasi, pembinaan mental, dan pembentukan etos kerja. Kelompok kedua adalah warga yang siap bekerja dengan arahan atau berperan sebagai follower. 

Kelompok ketiga terdiri atas pekerja mandiri yang disiplin dan tangguh, sedangkan kelompok keempat merupakan calon pemimpin yang berpotensi menjadi wirausaha.

"Kelompok ketiga ialah pekerja mandiri yang tangguh dan memiliki kedisiplinan tinggi. Terakhir kelompok keempat merupakan calon pemimpin yang siap diarahkan menuju jenjang wirausaha (entrepreneurship)," tuturnya.

Agus menjelaskan, warga yang masuk kelompok tiga dan empat akan diarahkan mengikuti program pengembangan kewirausahaan dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Ciputra, Universitas Surabaya (Ubaya), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Airlangga.

Sementara itu, warga pada kelompok satu dan dua akan lebih dulu mendapatkan pendampingan psikologis untuk membangun motivasi, mentalitas, dan kesiapan kerja sebelum mengikuti program pemberdayaan ekonomi.

Untuk mengukur karakter dan kesiapan warga, BRIDA STEP menggunakan tiga instrumen psikologi, yakni Tes TIPI untuk mengukur kepribadian, Tes Grit untuk mengukur ketangguhan dan konsep diri, serta Tes Kewirausahaan.

Saat ini, BRIDA STEP memasuki tahap uji coba sistem dan lapangan. Uji coba perdana dilakukan kepada 77 pekerja Rumah Padat Karya (RPK) Paving. Dari proses tersebut, Brida menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kepemilikan telepon pintar dan rendahnya literasi digital sebagian peserta.

"Temuan di lapangan menjadi bahan evaluasi penting. Sistem BRIDA STEP nantinya akan dijalankan secara hibrida, baik berbasis website maupun formulir cetak untuk mengakomodasi warga yang tidak memiliki gawai atau membutuhkan pendampingan khusus," jelasnya.

Setelah melewati tahap uji coba dan inkubasi berbasis psikologi selama lima pekan, hasil riset BRIDA STEP akan diintegrasikan dengan sistem informasi milik perangkat daerah terkait, seperti Si Asik di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) serta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.

"Ke depan, kami juga akan melibatkan fakultas psikologi dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, seperti Ubaya, UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), dan kampus lainnya untuk mendukung pembinaan mental warga di RPK maupun SWK sesuai bidang keahlian masing-masing," tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.