21 July 2026

Get In Touch

Puncak Harkopnas 2026, DEKOPIN Optimistis Koperasi sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional

Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat nasional yang digelar Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN).
Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat nasional yang digelar Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN).

JAKARTA (Lentera)– Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat nasional digelar Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026), menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional.

Acara tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama sejumlah pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, serta ribuan pegiat koperasi dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat gerakan koperasi sebagai instrumen ekonomi kerakyatan yang mampu menciptakan kemandirian dan pemerataan kesejahteraan. Menurutnya, koperasi merupakan wadah bagi masyarakat untuk membangun kekuatan ekonomi secara kolektif.

Presiden mengibaratkan filosofi koperasi seperti sapu lidi yang akan memiliki kekuatan besar ketika bersatu. Ia optimistis gerakan koperasi Indonesia dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nasional yang kokoh dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tetapi seperti sapu lidi, satu lidi lemah, namun ketika bersatu akan menjadi kekuatan besar. Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi yang diterima Lentera, Senin (20/7/2026).

Ketua Umum DEKOPIN, Bambang Haryadi, menilai kehadiran langsung Presiden dalam peringatan Harkopnas ke-79 menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi berbasis koperasi. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap koperasi saat ini menunjukkan komitmen untuk mengembalikan semangat Pasal 33 Ayat (1) UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

“Dalam pemerintahan Presiden Prabowo, gerakan koperasi mendapat perhatian besar dan menjadi bagian dari program prioritas untuk memperkuat ekonomi masyarakat secara struktural,” kata Bambang.

Ia juga menepis anggapan bahwa koperasi merupakan model ekonomi yang sudah ketinggalan zaman. Bambang mencontohkan sejumlah lembaga besar dunia yang menerapkan sistem serupa koperasi, seperti klub sepak bola Eropa Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen, serta Rabobank di Belanda yang dimiliki oleh entitas koperasi.

Menurut Bambang, contoh tersebut membuktikan bahwa koperasi mampu berkembang secara modern, profesional, dan kompetitif di tingkat global.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DEKOPIN sekaligus Ketua Pelaksana Puncak Harkopnas ke-79, Gilang Widya, menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan acara tidak terlepas dari sinergi antara DEKOPIN dan Kementerian Koperasi.

Gilang menekankan regenerasi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi gerakan koperasi. Oleh karena itu, DEKOPIN mulai memperluas keterlibatan generasi muda melalui pendekatan yang lebih modern, digital, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran stan “Koperasi Gen Z” yang menampilkan berbagai inovasi bisnis berbasis teknologi hasil karya anak muda. Melalui program ini, DEKOPIN ingin mengubah persepsi lama dan menunjukkan bahwa koperasi dapat menjadi ruang kolaborasi ekonomi yang adaptif dan memiliki daya saing global.

"Melalui momentum Harkopnas ke-79, DEKOPIN menyatakan optimisme bahwa pengesahan Undang-Undang Perkoperasian yang baru, sebagai pengganti UU Nomor 25 Tahun 1992, akan memperkuat landasan hukum koperasi di Indonesia. Regulasi baru tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi koperasi agar lebih progresif, adaptif, dan berkontribusi lebih besar terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.