MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan segera memasukkan sejarah perjuangan Pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) ke dalam materi pembelajaran bagi siswa SD dan SMP. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, penyusunan materi tersebut telah dimulai sejak dirinya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Malang.
"Pada saat kami selalu memperingati Hari Gugurnya TRIP, kami sudah mengadakan simposium. Ada kerja sama Pemkot Malang dengan Paguyuban Mas Tentara Republik Indonesia Pelajar untuk mempelajari bagaimana perjalanan perjuangan hingga gugurnya para Pahlawan TRIP di Kota Malang," ujar Wahyu, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, hasil kajian tersebut menjadi dasar penyusunan materi yang nantinya akan dimasukkan dalam pembelajaran sejarah di sekolah.
Wahyu menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan sejarah perjuangan para pelajar tidak hilang dari ingatan generasi penerus.
"Pemerintah ingin hadir dengan menyusun materi pembelajaran dalam kurikulum. Karena ada sejarah yang tidak bisa dilupakan dari para pelajar yang seharusnya belajar, tetapi memilih berjuang membela Kota Malang," katanya.
Wahyu menjelaskan, materi kurikulum tersebut saat ini telah selesai disusun dan didiskusikan bersama akademisi, termasuk bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM).
"Materi kurikulumnya sudah kami buat, sudah kami susun dan kami diskusikan. Kebetulan kami juga bekerja sama dengan UM pada saat itu. Tinggal dimasukkan ke dalam mata pelajaran saja," ungkapnya.
Selain menyiapkan kurikulum sejarah TRIP, Pemkot Malang juga berkolaborasi dengan Lanud Abdulrachman Saleh dan Malang Tahes Club (MTC) menggelar bakti sosial berupa pengecatan tembok dan perbaikan paving di kawasan Makam Pahlawan TRIP, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara yang diperingati setiap 29 Juli, sekaligus menyambut Hari Gugurnya Pahlawan TRIP pada 31 Juli.
"Atas nama Pemkot Malang kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini. Nanti pada 31 Juli juga selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan TRIP, untuk mengenang para Tentara Republik Indonesia Pelajar yang telah gugur dan mengorbankan nyawanya demi bangsa, khususnya Kota Malang," tuturnya.
Sementara itu, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsekal Pertama TNI Reza Ranesa Rasyid Sastranegara, mengatakan Hari Bakti TNI AU memiliki keterkaitan historis dengan perjuangan Pahlawan TRIP. Yang sama-sama lahir dari semangat pengorbanan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Pada tanggal 29 Juli setiap tahunnya kami memperingati Hari Bakti TNI AU. Ada dua peristiwa heroik pada 29 Juli 1946 yang memiliki kemiripan dengan peristiwa gugurnya Pahlawan TRIP pada 31 Juli 1947. Nilai perjuangan dan rela berkorban itu sama," ujarnya.
Menurut Reza, kolaborasi antara Lanud Abdulrachman Saleh, Pemkot Malang, dan MTC melalui kegiatan bakti sosial di kompleks makam merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.
"Ini juga menjadi pembelajaran bagi generasi penerus agar bisa meneladani semangat rela berkorban, pantang menyerah, dan perjuangan yang telah ditunjukkan para Pahlawan TRIP," katanya.
Ia berharap semangat perjuangan para pelajar yang gugur pada 1947 dapat terus diwariskan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Malang, sehingga sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak pernah dilupakan. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
