21 July 2026

Get In Touch

Sekitar 100 Ribu Jemaah Selawat Nariyah di Situbondo Doakan Bangsa Indonesia

Sekitar 100 ribu jemaah selawat nariyah menghadiri Haul Masyayikh di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Minggu (19/7/2026).(foto:iat/Ant/Diskominfo Situbondo)
Sekitar 100 ribu jemaah selawat nariyah menghadiri Haul Masyayikh di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Minggu (19/7/2026).(foto:iat/Ant/Diskominfo Situbondo)

SITUBONDO (Lentera) - Sekitar 100 ribu masyarakat dan jemaah selawat nariyah dari berbagai daerah mendoakan bangsa Indonesia, agar lebih baik dalam acara Haul Masyayikh di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Minggu (19/7/2026).

Bupati Situbondo yang juga Ketua panitia Haul Masyayikh Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan kegiatan itu selain mendoakan para ulama, tokoh masyarakat juga kiai se-nusantara yang telah wafat, sekaligus meneladani perjuangan para pendahulu.

"Tentu yang pertama harapannya dalam Haul Masyayikh ini mendoakan masyayikh dan tokoh masyarakat se-nusantara, mendapatkan berkah. Selain itu juga mendoakan bangsa Indonesia lebih baik," katanya kepada wartawan di Situbondo mengutip Antara.

Kegiatan mendoakan kiai dan para guru dan pendahulu ini, lanjut Rio, dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo, KHR Moh Kholil As'ad Syamsul Arifin.

Menurutnya, Haul Masyayikh ini dihadiri para pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur dan jamaah selawat nariyah se-nusantara, seperti Jakarta, Kalimantan dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.

"Kegiatan ini tidak menggunakan dana dari APBD, melainkan hasil urunan seluruh jemaah selawat nariyah," katanya.

Sementara ulama muda kharismatik KH Muhammad Abdur Rahman Al Kautsar atau akrab disapa Gus Kautsar yang hadir dalam Haul Masyayikh itu, mengajak seluruh jamaah untuk konsiten mengamalkan selawat nariyah.

"Betapa bijaksananya guru kita, dari sekian banyak selawat, yang disarankan untuk diamalkan adalah selawat nariyah," katanya dalam tausiyahnya.

Dengan konsisten mengamalkan selawat nariyah, lanjut Gus Kautsar, maka Allah SWT akan memberikan kemudahan atas apa yang diinginkan atau dicita-citakan, serta menjauhkan dari kemelaratan dan kelemahan.

"Kenapa disebut nariyah, karena semua permohonan kita akan cepat dikabulkan Allah SWT. Tidak usah banyak-banyak, cukup 11 kali dalam sehari, insyaAllah rekening kita tidak akan ada habisnya," tutur putra Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur itu.

Gus Kautsar menambahkan, umat Islam keinginannya sama yakni selamat di dunia dan akhirat, oleh karena itu mengamalkan selawat nariyah akan mendatangkan ampunan dari Allah SWT, atas perbuatan salah yang dilakukan.

"Kita ini adalah orang yang ingin selamat di dunia dan akhirat. Kita ini banyak salah, mudah tergoda dan lalai, tapi banyak ber-selawat, insyaAllah selamat dan diampuni oleh Allah SWT," imbuhnya.

Dari pantauan, Haul Masyayikh dihadiri pula para pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo KH Moh Zuhri Zaini, mantan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Bupati Bondowoso KH Abd Hamid Wahid, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan beberapa tokoh lainnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.