15 July 2026

Get In Touch

Gus Ipul: Tidak Ada Sistem Pendaftaran di SR

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat membuka secara resmi MPLS di gedung permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (14/7/2026). (Kemensos)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat membuka secara resmi MPLS di gedung permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (14/7/2026). (Kemensos)

SRAGEN (Lentera) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan tidak ada sistem pendaftaran bagi murid-murid yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat (SR). Namun, yang ada hanya proses penjangkauan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

"Saya ingin sampaikan bahwa Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan oleh pendamping-pendamping sosial Kementerian Sosial bekerjasama dengan pemerintah daerah," kata Gus Ipul saat membuka secara resmi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di gedung permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (14/7/2026). 

Dia menjelaskan bahwa dari pemerintah daerah timnya ada bupati, wali kota, atau juga timnya gubernur di tingkat provinsi. Kemudian juga bekerka sama dengan Dikdasmen setempat, kemudian BPS untuk menjangkau keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat.

Gus Ipul mengungkapkan, ada sekitar 28 ribu siswa baru yang bergabung di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran ini. Jumlah tersebut terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang tersebar di beberapa titik Sekolah Rakyat.

"Dan ini masih akan bertambah terus (jumlahnya)," ujar Gus Ipul melansir Kemensos.

Saat membuka MPLS Gus Ipul beserta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan rombongan disambut penampilan baris-berbaris dari siswa-siswi SRT 78 Kabupaten Sragen dan yel-yel dari calon siswa. Kemudian ada juga penampilan pencak silat dari Arya Purbaya, siswa SRMA 17 Surakarta.

Penampilan berikutnya berupa pidato tiga bahasa, yakni Jepang, Inggris dan Arab. Lalu, ada pula penampilan istimewa paduan suara siswa-siswi Sekolah Rakyat serta pembacaan puisi.

Selain itu, ada juga demonstrasi sistem mengajar di Sekolah Rakyat yang diperagakan oleh seorang guru IPA bernama Aulia.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul sempat berdialog dengan para calon siswa-siswi yang akan bersekolah di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen. Ia menanyakan kesiapan para murid yang nantinya menimba ilmu di sekolah berkonsep asrama ini.

Murni, ibu salah satu calon siswi Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen mengaku sangat senang anaknya Septiana Selfi Safira (12) bisa melanjutkan pendidikan. Ia berharap anaknya kelak menjadi sosok yang pintar, sukses, dan bisa menggapai cita-cita sebagai guru matematika.

"Anak saya walaupun terlahir dari keluarga tidak mampu, Alhamdulillah mendapat peringkat 1 terus, makanya tadi menyukai matematika," ungkap Murni. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.