13 July 2026

Get In Touch

Federasi Sepak Bola Senegal Pecat Pape Thiaw Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Penyerang Senegal Sadio Mane #10 mengangkat trofi Piala Afrika saat memenangi laga final kontra Maroko di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, 18 Januari 2026 (AFP)
Penyerang Senegal Sadio Mane #10 mengangkat trofi Piala Afrika saat memenangi laga final kontra Maroko di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, 18 Januari 2026 (AFP)

SURABAYA (Lentera) -Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) secara resmi mengakhiri masa jabatan Pape Thiaw sebagai pelatih kepala.

Keputusan drastis ini diambil manajemen menyusul kegagalan Timnas Senegal melangkah lebih jauh dalam ajang Piala Dunia 2026.

Nasib Timnas Senegal diputuskan setelah kekalahan dramatis 3-2 dari Belgia pada babak 32 besar.

Sempat unggul dua gol, tim berjuluk Singa Teranga tersebut justru kecolongan di menit-menit akhir dan harus tersingkir melalui eksekusi penalti di babak perpanjangan waktu.

Pihak Federasi Sepak Bola Senegal menyatakan bahwa langkah pemberhentian ini didasarkan pada evaluasi komprehensif terhadap performa tim selama turnamen.

Meskipun sempat mencatatkan kemenangan besar 5-0 atas Irak, performa skuad di bawah asuhan Thiaw, yang melatih sejak Desember 2024, dianggap tidak memenuhi ekspektasi setelah kekalahan dari Prancis dan Norwegia di fase grup.

"Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) menginformasikan kepada publik bahwa, menyusul rapat Komite Eksekutif yang diadakan pada hari Sabtu, 11 Juli 2026, diputuskan untuk memulai proses pemutusan hubungan kerja pelatih tim nasional, Bapak Pape Thiaw, serta seluruh staf teknisnya," tulis pernyataan yang dikutip dari FSF, Minggu (12/7/2026).

"Keputusan ini diambil setelah tersingkirnya tim nasional Senegal di babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026." 

"Setelah evaluasi menyeluruh terhadap hasil olahraga tim dan prospek masa depan, Komite Eksekutif menganggap perlu untuk memulai proses ini demi kepentingan terbaik sepak bola Senegal," lanjut pernyataan tersebut.

Gejolak Internal dan Kontroversi

Pasca-pemecatan tersebut, gejolak di internal tim tampak nyata.

Gelandang Pape Gueye menyatakan bahwa ia akan mengambil waktu istirahat dari bermain untuk tim nasional selama manajemen saat ini masih berkuasa.

Situasi ini menambah daftar panjang ketidakstabilan di tubuh tim.

Sebelumnya, masa jabatan Thiaw juga diwarnai kontroversi terkait Piala Afrika 2025.

Thiaw sempat menarik tim keluar lapangan saat final melawan Maroko akibat keputusan penalti.

Meskipun sempat memenangkan laga lewat babak tambahan, CAF kemudian membatalkan hasil tersebut dan menyatakan Maroko sebagai juara, yang hingga kini masih dalam proses banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Akhir Era Sadio Mane

Sebelumnya, Sadio Mane secara resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari sepak bola internasional, tepat setelah perjalanan negaranya di ajang turnamen akbar tersebut terhenti.

Keputusan tersebut menutup karier internasional sang pemain yang telah membentang selama 14 tahun.

Melalui surat perpisahan, ia menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh pendukung.

"Ketahuilah bahwa saya mengorbankan segalanya untuk bendera ini," kata Mane pada Sabtu (11/7/2026) dikutip dari Goal English.

"Saya memberikan yang terbaik dan saya selalu berjuang dengan gigih untuk negara kita." 

"Dukungan Anda yang tak henti-hentinya telah menjadi pendorong kesuksesan saya." dikutip dari Kompas.

Mane meninggalkan warisan dua gelar Piala Afrika dan status sebagai simbol sepak bola modern.

Ia pun menyatakan kesiapannya untuk melayani negara di masa depan dalam kapasitas baru (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.