10 July 2026

Get In Touch

Pemkot Kediri jadi Tujuan Studi Tiru Pemkab Cirebon, dalam Pengelolaan Program Kesra

Kabag Kesra Pemkot Kediri dan Kabag Kesra Pemkab Cirebon memberikan cinderamata dalam kunjungan kerja ke Pemkot Kediri, Kamis (8/7/2026).
Kabag Kesra Pemkot Kediri dan Kabag Kesra Pemkab Cirebon memberikan cinderamata dalam kunjungan kerja ke Pemkot Kediri, Kamis (8/7/2026).

KEDIRI (Lentera) - Guna bertukar informasi mengenai pengelolaan program kesejahteraan, keagamaan dan sosial, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menerima kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Kamis (9/7/2026) di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri.  

Rombongan berjumlah 13 orang tersebut diterima langsung oleh Kepala Bagian Kesra Pemkot Kediri, Yono Heryadi. 

Dalam kesempatan tersebut, Yono mengucapkan selamat datang dan menilai pertemuan dan silaturahmi ini dapat menjadi ruang diskusi yang positif dalam membuka wawasan bersama.

"Serta saling memperkaya referensi program kerja, yang bermanfaat bagi kedua pemerintah daerah ke depan," tutur Yono.

Yono juga memaparkan, berbagai strategi yang diterapkan untuk menjaga efektivitas dan menjalankan programnya. Dijelaskannya, pelaksanaan program mampu berjalan optimal  melalui kolaborasi dengan masyarakat serta lembaga keagamaan. 

Ia juga membagikan, pengalaman dalam pelaksanaan program kesejahteraan masyarakat, bina mental spiritual dan kesejahteraan sosial. Untuk kesejahteraan sosial, Bagian Kesra memiliki tugas dalam pengelolaan hibah dan bantuan sosial. 

"Jika sebelumnya penyaluran bantuan berbentuk uang, kini dialihkan menjadi paket pekerjaan melalui pengadaan barang dan jasa," jelasnya.

Selain itu, salah satu inovasi yang turut menarik perhatian, adalah program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa mulai jenjang S1 hingga S3. Program ini diprioritaskan untuk keluarga yang masuk dalam data DTSEN (desil 1-5), serta dijalankan melalui kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Pemkab Cirebon, Mustofa menyampaikan terpilihnya Kota Kediri sebagai tempat studi tiru karena memiliki daya tarik tersendiri, khususnya mengenai strategi pemerintah dalam membangun komunikasi dengan pondok pesantren dan mengoptimalkan potensi keagamaan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat secara harmonis. 

“Kami juga ingin mengetahui bagaimana pengelolaan kesejahteraan sosial, mengingat wilayah kami memiliki keterbatasan fiscal dan dukungan CSR jika dibandingkan dengan Kota Kediri,” tuturnya.

Berbeda dengan Kota Kediri yang sudah memiliki program beasiswa Pendidikan hingga S3, Pemkab Cirebon saat ini masih memfokuskan alokasi pendidikan untuk jenjang S1. 

Namun untuk tahun ini, Pemkab Cirebon meluncurkan program baru yang berfokus pada pemanfaatan potensi mahasiswa asal Cirebon yang tengah menempuh studi di luar kota.

“Kami berkomitmen memfasilitasi kebutuhan dasar mereka, khususnya penyediaan fasilitas tempat tinggal atau asrama mahasiswa di kota-kota besar,” ungkapnya. 

Disela-sela kunjungan ke Kota Kediri, rombongan juga menyempatkan singgah ke Pondok Pesantren Lirboyo. Fokus kunjungan ini adalah untuk mempelajari dan meninjau langsung, penerapan program Pesantren Sehat yang telah sukses berjalan. 

Di akhir pertemuan, rombongan tim studi banding menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat yang diterima. Mustofa mengatakan, telah memperoleh banyak wawasan dan inovasi program yang siap diadopsi serta menjadi bahan laporan ke pimpinan. 

“Keberhasilan program dari Kota Kediri ini sangat potensial untuk diaplikasikan dan diterapkan di daerah kami. Semoga ini dapat menjadi sarana untuk menularkan praktik baik antar pemerintah daerah,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.