30 June 2026

Get In Touch

Bulog Tegaskan Serap Gabah Petani Sepanjang Tahun, Realisasi Capai 3,24 Juta Ton

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani bersama Pimpinan VII BPK RI, Slamet Edy Purnomo, saat melakukan peninjauan di Gudang Bulog Purwasari II. (foto: Perum Bulog)
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani bersama Pimpinan VII BPK RI, Slamet Edy Purnomo, saat melakukan peninjauan di Gudang Bulog Purwasari II. (foto: Perum Bulog)

JAKARTA (Lentera) - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menegaskan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani akan dilakukan sepanjang tahun. Hingga 29 Juni 2026 ini, realisasi penyerapan gabah beras dalam negeri telah mencapai 3,24 juta ton.

"Penyerapan gabah yang kami lakukan merupakan penugasan negara. Selama masih terdapat hasil panen petani yang harus diserap sesuai ketentuan, Bulog akan terus hadir menjalankan tugas tersebut secara konsisten sepanjang tahun," ujar Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Senin (29/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Rizal sebagai respons atas berbagai masukan dari pelaku usaha penggilingan padi terkait dinamika pasokan gabah menjelang berakhirnya musim panen.

Menurutnya, penyerapan gabah yang dilakukan Bulog merupakan amanat pemerintah sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memberikan harga yang layak sesuai ketentuan pemerintah.

Hingga 29 Juni 2026, Bulog telah merealisasikan penyerapan gabah dan beras dalam negeri sebanyak 3,24 juta ton setara beras, atau sekitar 81 persen dari target 4 juta ton yang ditetapkan sepanjang tahun ini.

Rizal menjelaskan, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat cadangan beras pemerintah, menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Bulog, lanjutnya, memahami berbagai masukan yang disampaikan pelaku usaha penggilingan padi terkait kondisi pasokan gabah. Meski demikian, perusahaan tetap berkewajiban menjalankan mandat pemerintah untuk melindungi petani sebagai produsen utama pangan nasional.

"Kami menghormati setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Namun di sisi lain, Bulog memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanat pemerintah. Prinsip kami adalah menjaga keseimbangan, melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pelaku usaha perberasan," jelasnya.

Rizal juga menegaskan Bulog tidak hadir untuk bersaing dengan penggilingan padi maupun pelaku usaha perberasan lainnya. Sebaliknya, perusahaan berperan sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor perberasan nasional.

Dikatakannya, Bulog selama ini telah bermitra dengan ribuan penggilingan padi di berbagai daerah dalam pengadaan beras untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah.

Editor: Santi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.