26 June 2026

Get In Touch

Dorong Transformasi Digital, Pemkab Sidoarjo Sinergikan Birokrasi dan Kreator Konten

Bupati Sidoarjo H. Subandi memberikan sambutan sekaligus membuka Gov x Creator Connect Vol. 2, menekankan sinergi birokrasi dan kreator untuk informasi pembangunan yang lebih tepat dan mudah dipahami.
Bupati Sidoarjo H. Subandi memberikan sambutan sekaligus membuka Gov x Creator Connect Vol. 2, menekankan sinergi birokrasi dan kreator untuk informasi pembangunan yang lebih tepat dan mudah dipahami.

SIDOARJO (Lentera) - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat kolaborasi dengan para kreator digital guna membangun pola komunikasi publik yang adaptif dan relevan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan Gov x Creator Connect Volume 2, yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo di Hotel Luminor, pada Kamis (25/6/2026).

Mengusung tema “Navigating the Future of Digital Communication for Sidoarjo's Growth”, kegiatan ini dihadiri sebanyak 110 peserta. Di antaranya 46 pegiat media sosial, 64 pengelola akun resmi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan instansi vertikal seperti Polresta Sidoarjo, Kodim 0816/Sidoarjo, PLN, dan Bank Jatim.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan birokrasi masa kini harus bergerak cepat dan memanfaatkan teknologi secara optimal demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Birokrasi Sidoarjo harus siap beradaptasi dan bergerak maju. Seluruh jajaran pemerintahan wajib memanfaatkan ruang digital sebagai bagian tak terpisahkan dari pelayanan publik," ujarnya saat membuka acara.

Menurut Bupati, keberhasilan penyampaian informasi pembangunan kini sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk para kreator konten.

Oleh karena itu, Diskominfo Sidoarjo ditunjuk sebagai penggerak utama transformasi ini, sekaligus memfasilitasi gagasan kreatif agar informasi tersampaikan secara cepat, tepat, dan mudah dipahami.

Selain memperkuat komunikasi publik, Pemkab Sidoarjo juga menyusun peta jalan transformasi digital yang komprehensif. Saat ini setiap OPD telah memiliki papan kendali (dashboard) digital internal. Menjadi target, pada tahun 2027 seluruh sistem tersebut akan terintegrasi dalam satu pusat kendali pemerintahan terpadu.

Melalui integrasi ini, pemantauan berbagai program strategis, mulai dari pendapatan daerah, perizinan, pembangunan infrastruktur, hingga penanganan banjir, dapat dilakukan secara langsung dan berbasis data akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.

Dukungan riset dan pengembangan juga didapat melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair).

Sementara itu, Kepala Diskominfo Sidoarjo, Eri Sudewo, menjelaskan penyelenggaraan kegiatan tahun ini dilakukan di wilayah Sidoarjo, berbeda dengan edisi pertama yang diadakan di Kota Malang. Hal ini bertujuan agar memberikan dampak langsung bagi perputaran ekonomi lokal.

"Kami ingin menyelaraskan persepsi antara narasi pemerintah dan harapan masyarakat yang disampaikan para kreator. Dengan demikian, setiap informasi pembangunan yang disebarkan benar-benar terasa dampaknya bagi warga Sidoarjo," jelas Eri.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas, peserta mendapatkan pembekalan strategi pengelolaan platform digital dan komunikasi publik dari Ahli Strategi Media Sosial Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Farchan Noor Rachman.

Selain itu, sesi berbagi pengalaman mengenai teknik penyampaian cerita (storytelling) dan peningkatan interaksi publik diisi langsung oleh kreator digital lokal dari berbagai komunitas di Sidoarjo.

Reporter: Teguh 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.