21 June 2026

Get In Touch

Disparbud Trenggalek Manfaatkan Momentum Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Wisata

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto, saat menyampaikan berbagai strategi yang disiapkan untuk menyambut musim libur sekolah 2026, mulai dari penguatan promosi wisata, kolaborasi pelaku usaha pariwisata, hingga pen
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto, saat menyampaikan berbagai strategi yang disiapkan untuk menyambut musim libur sekolah 2026, mulai dari penguatan promosi wisata, kolaborasi pelaku usaha pariwisata, hingga pen

TRENGGALEK (Lentera) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek memanfaatkan momentum libur sekolah, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dan mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata hingga 40 persen pada akhir Juni 2026.

Berbagai langkah disiapkan, mulai dari promosi besar-besaran, penguatan kolaborasi pelaku wisata, hingga peningkatan aspek keamanan dan kenyamanan destinasi.

Plt Kepala Disparbud Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto mengatakan persiapan menghadapi musim liburan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, melalui forum rembuk wisata yang melibatkan pengelola destinasi, hotel, restoran, rumah makan, dan pelaku usaha pariwisata lainnya.

Melalui forum tersebut, para pelaku usaha didorong untuk membangun kerja sama dan saling memasarkan layanan yang dimiliki sehingga wisatawan dapat memperoleh paket wisata yang lebih lengkap.

"Kami mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata untuk saling berkolaborasi. Jadi tidak hanya menjual produknya sendiri, tetapi juga ikut mengenalkan destinasi, hotel, restoran, maupun layanan wisata lainnya yang ada di Trenggalek," kata Tony Widianto, Sabtu (20/6/2026).

Selain memperkuat kolaborasi, Disparbud juga menyebarluaskan surat imbauan dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang mengajak masyarakat, pelajar, lembaga pendidikan, hingga instansi untuk mengisi masa libur sekolah dengan berwisata di daerah sendiri.

Menurut Tony, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi di sektor pariwisata sekaligus menambah jumlah kunjungan ke berbagai objek wisata.

"Kami berharap masyarakat memanfaatkan libur sekolah untuk berwisata di Trenggalek. Dengan begitu, kunjungan wisatawan dapat meningkat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar destinasi," ujarnya.

Untuk menjangkau wisatawan dari luar daerah, Disparbud juga mengintensifkan promosi melalui media sosial. Tak hanya itu, pihaknya turut menyasar sekolah-sekolah di sejumlah daerah yang selama ini menjadi penyumbang wisatawan ke Trenggalek, seperti Kediri, Jombang, dan Mojokerto.

"Kami terus mengoptimalkan promosi digital dan menjalin komunikasi dengan sekolah-sekolah di daerah sekitar agar Trenggalek tetap menjadi pilihan tujuan wisata selama libur sekolah," jelasnya.

Di sisi lain, keamanan dan keselamatan wisatawan menjadi perhatian utama. Disparbud rutin mengingatkan pengelola destinasi untuk mengecek kesiapan sumber daya manusia, sarana pendukung, serta penerapan standar operasional prosedur sebelum menghadapi lonjakan pengunjung.

"Keselamatan dan keamanan wisatawan tidak boleh diabaikan. Karena itu kami selalu mengingatkan pengelola destinasi agar memastikan seluruh SOP dan perlengkapan pendukung telah siap digunakan," tegas Tony.

Upaya peningkatan kenyamanan pengunjung juga dilakukan, melalui penambahan fasilitas kebersihan. Salah satunya di kawasan Pantai Pasir Putih Simbaronce yang mendapat bantuan tempat sampah terpilah untuk mendukung pengelolaan lingkungan wisata.

Saat ini realisasi PAD sektor pariwisata Trenggalek telah mencapai sekitar 33 persen, dengan tingginya potensi kunjungan selama masa liburan Disparbud optimistis target 40 persen pada akhir bulan dapat tercapai.

"Libur sekolah biasanya menjadi salah satu periode dengan kunjungan tertinggi. Kami optimistis capaian PAD bisa terus meningkat dan mendekati target yang telah ditetapkan," katanya.

Selain mengandalkan destinasi yang sudah ada, Disparbud juga mendorong pengembangan paket wisata terpadu di sejumlah desa wisata. Salah satu yang tengah dipromosikan adalah wisata durian di Desa Wisata Durensari yang saat ini memasuki musim panen.

"Di Durensari saat ini sedang musim durian. Wisatawan bisa menikmati sensasi berburu durian sekaligus mengikuti berbagai aktivitas wisata yang telah dikemas dalam satu paket," pungkasnya.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.