16 June 2026

Get In Touch

PSI Pastikan Jokowi Segera Jabat Dewan Pembina

Presiden ke-7 Joko Widodo memberikan arahan saat Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026) (Foto: Dok. PSI)
Presiden ke-7 Joko Widodo memberikan arahan saat Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026) (Foto: Dok. PSI)

JAKARTA (Lentera) -Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memastikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) segera menjabat sebagai Dewan Pembina partai.

Menurut Ketua DPP PSI Bestari Barus, proses tersebut hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk seremoni pemberian jaket berlambang partainya.

"Jadi ini hanya tinggal menunggu hari, tanggal, jam saja dan kesempatan ketua umum, kesempatan Pak Jokowi untuk kemudian yang disampaikan oleh Bu Grace kemarin, akan ada penjaketan. Ya, tunggu waktu saja sedikit lagi," ujar Bestari saat dihubungi, Sabtu (13/6/2026).

Bestari mengatakan, penjaketan tersebut hanya bersifat simbolis.

Sebab, sinyal bergabungnya Jokowi dengan PSI sudah terlihat sejak lama.

Meski begitu, Bestari menegaskan bahwa waktu yang tepat untuk seremonial tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.

"Hanya saja kita memberikan itu kepada ketua umum kapan waktu yang pas. Jadi Bu Grace selaku sekretaris Dewan Pembina sudah juga menyampaikan isyarat itu," kata Bestari.

"Sinyal sudah terang semuanya dan itu pastilah seperti apa yang disampaikan Bu Grace nantinya. Tinggal menunggu waktu yang pas kapan itu dilaksanakan," sambungnya.

Bestari menekankan, penjaketan Jokowi nantinya akan menjadi momen bersejarah bagi PSI. Sebab, Jokowi akan menempati posisi yang paling terhormat dalam struktur organisasi partai.

"Momen itu adalah sejarah. Kan begitu. Jadi, kita menunggu waktu yang tepat bagi patron kami, tentu beliaulah yang akan menempati tempat yang paling terhormat di organisasi PSI ini," kata Bestari, dilansir Kompas.

Terlepas dari hal itu, Bestari menekankan bahwa secara internal PSI sebenarnya telah menempatkan Jokowi sebagai figur panutan partai, meski belum secara resmi masuk dalam struktur organisasi.

"Belum pun Pak Jokowi ada dalam struktur, kami sudah meletakkan beliau, bersepakat meletakkan beliau sebagai patron panutan kami dalam berpartai di PSI," tegas dia.

Lebih lanjut, Bestari mengingatkan bahwa kedekatan Jokowi dengan PSI bukanlah hal baru. Pasalnya, Jokowi saat Kongres PSI telah menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada partai tersebut.

Selain itu, lanjut Bestari, Jokowi juga sudah menyatakan kesiapannya membantu PSI hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

"Dan kemudian diisyaratkan lagi pada Rakernas di Makassar itu menyatakan, 'Saya masih sanggup untuk turun ke 38 provinsi untuk PSI dan ke seluruh kabupaten/kota untuk PSI, bahkan sampai kecamatan bila diperlukan. Itu kan sudah disampaikan'," ungkap Bestari.

Menurut dia, pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat mengenai posisi politik Jokowi setelah tidak lagi menjadi kader PDI-P.

"Mana mungkin, mana mungkin kalau masih di PDIP boleh menyatakan itu? Iya enggak?" kata Bestari.

Sebagai informasi, Jokowi telah lama diisukan bakal mengisi jabatan tertentu di PSI.

Partai berlambang gajah itu juga telah menjadwalkan sejumlah kunjungan bersama Jokowi ke berbagai daerah.

PSI menyebut Jokowi dalam waktu dekat akan mengunjungi Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat untuk memenuhi undangan masyarakat sekaligus bertemu pengurus partai di daerah serta para relawan (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.