10 June 2026

Get In Touch

Timnas Indonesia Vs Mozambik 1-0, Seni Tak Kebobolan ala Herdman

Pelatih timnas Indonesia John Herdman (kiri) dan pemain Ole Romeny (kanan) berpose pada jumpa pers pasca pertandingan FIFA Match Day melawan timnas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026) -Ant
Pelatih timnas Indonesia John Herdman (kiri) dan pemain Ole Romeny (kanan) berpose pada jumpa pers pasca pertandingan FIFA Match Day melawan timnas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026) -Ant

SURABAYA (Lentera) -Dalam empat laga bersama John Herdman, Timnas Indonesia tampil solid di lini belakang dengan menuai tiga clean sheet.

Sepasang clean sheet teranyar didapatkan Timnas Indonesia asuhan John Herdman dalam jeda internasional Juni ini.

Setelah melibas Oman 3-0 pada Jumat (5/6/2026) silam, pasukan John Herdman mampu membekuk Mozambik 1-0. 

Gol Ole Romeny jadi penentu hasil Timnas Indonesia vs Mozambik, laga FIFA Matchday yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (9/6/2026).

"Ya, clean sheet sangat penting," tutur John Herdman dalam konferensi pers usai laga.

Selama diasuh John Herdman, Timnas Indonesia hanya pernah sekali jebol, itu pun bukan dari permainan terbuka. 

Satu-satunya gol kemasukan Timnas Indonesia muncul ketika mereka kalah 0-1 dari Bulgaria di FIFA Series pada Maret silam. Gol Bulgaria lahir via penalti Marin Petkov.

Sebelum melawan Bulgaria, Timnas Indonesia arahan Herdman membabat Saint Kitts and Nevis 4-0, juga di ajang FIFA Series.

"Jika melihat empat pertandingan yang sudah kami jalani, Bulgaria hanya memiliki sekitar tiga tembakan tepat sasaran, atau bahkan satu saja ditambah penalti."

"Clean sheet memenangkan pertandingan sepak bola. Itu titik awalnya," ucap John Herdman, dikutip Kompas.

Dalam laga melawan Mozambik, nama Ole Romeny masuk papan skor pada menit ke-12 setelah memaksimalkan operan Ragnar Oratmangoen.

Sebelum menceploskan bola ke gawang Mozambik, Ole Romeny, lebih dulu melakukan gocekan untuk melewati adangan kiper lawan.

Setelah itu, Timnas Indonesia tetap tampil menekan dan mendapatkan sejumlah kans bagus. 

Cuma, Timnas Indonesia dibuat cukup kesulitan oleh pertahanan dalam yang diperagakan Mozambik. Rangkaian tendangan penjuru yang datang juga tak bisa dimaksimalkan anak asuh John Herdman. 

Hadapi Dua Gaya Berbeda

Pada babak kedua, Timnas Indonesia nyaris saja menggandakan keunggulan ketika operan tarik Rayhan Hannan disambar oleh Nathan Tjoe-A-On. 

Papan skor tak berubah lantaran tendangan Nathan Tjoe-A-On masih mengenai tiang gawang.

"Setelah itu para pemain kreatif melakukan tugas mereka. Jika melihat dua pertandingan terakhir, keduanya benar-benar berbeda karena lawan membawa gaya bermain yang berbeda."

"Oman datang dengan gaya Timur Tengah yang sangat terorganisasi dan disiplin. Sementara tim Afrika membawa gaya permainan transisi yang lebih kacau."

"Malam ini kami harus menghadapi itu dan saya bangga kepada para pemain karena Anda tidak bisa benar-benar mempersiapkan diri menghadapi gaya seperti itu.

"Kecuali Anda bermain secara rutin di kawasan tersebut, Anda tidak akan terbiasa menghadapi tipe permainan transisional seperti itu," kata Herdman menganalisis permainan Mozambik.

Kredit John Herdman untuk Trio Bertahan

Garuda Mozambik sempat menyulitkan Indonesia ketika mendapatkan momentum di periode akhir babak kedua. Kesigapan Maarten Paes di bawah mistar memastikan gawang Garuda tetap aman.

Timnas Indonesia pun bisa menutup laga dengan kemenangan 1-0. Artinya, dalam dua partai FIFA Matchday Juni, Timnas Indonesia selalu menuai kemenangan dan tak pernah kemasukan.

Dalam partai melawan Oman hari Jumat (5/6/2026), Timnas Indonesia mampu mendulang kemenangan 3-0.

Kala itu, kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, juga tampil apik dengan membuat sejumlah penyelamatan penting, termasuk menepis penalti pemain Oman.

"Saya pikir tiga bek tengah kami benar-benar harus berjuang mati-matian dalam beberapa momen, tetapi kualitas mereka terlihat jelas."

"Dan ketika mereka bisa melakukan tugas itu, kami tahu kami memiliki talenta kreatif di lini depan."

"Hal lain yang saya lihat selama rangkaian pertandingan ini adalah peningkatan dalam situasi bola mati. Kami lebih berbahaya dalam set piece," ucap Herdman menjelaskan (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.