07 June 2026

Get In Touch

Mentan Amran Copot Pejabat yang Diduga Berbohong Soal Bibit Kelapa

Menteri Andi Amran Sulaiman membawa buah kelapa saat kunker di Manado beberapa waktu lalu. (foto: Kementan RI)
Menteri Andi Amran Sulaiman membawa buah kelapa saat kunker di Manado beberapa waktu lalu. (foto: Kementan RI)

JAKARTA (Lentera) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencopot pejabat Kementerian Pertanian yang diduga memberikan informasi keliru terkait jumlah bibit kelapa di Sulawesi Tenggara.

Peristiwa tersebut diungkapkan Amran saat memberikan kuliah umum di Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Amran, kejadian itu bermula ketika dirinya melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan program pembibitan komoditas perkebunan di Sulawesi Tenggara. Saat itu, seorang pejabat melaporkan jumlah bibit kelapa mencapai 40 ribu batang.

"Dia sebut ini 40 ribu, aku hitung, aku hitung, salah, saya bilang kamu mulai besok jangan menjabat," ujar Amran, mengutip Kompas.com, Minggu (7/6/2026).

Tidak hanya di Sulawesi Tenggara, Amran juga menemukan persoalan serupa di Jawa Barat. Seorang pejabat Kementerian Pertanian diketahui tidak melaksanakan tugas pembibitan yang telah diberikan sejak satu tahun sebelumnya.

Saat dilakukan inspeksi, pejabat tersebut disebut tidak mampu memberikan penjelasan terkait progres pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. "Ini SK-mu, mulai hari ini kamu saya copot," ujar Amran.

Dijelaskannya, program pembibitan tersebut merupakan bagian dari proyek nasional peremajaan komoditas perkebunan strategis yang mencakup kelapa, kakao, lada, mete, gambir, dan tebu.

Program tersebut menargetkan peremajaan lahan seluas 870.890 hektare di berbagai wilayah Indonesia dengan dukungan anggaran sekitar Rp10 triliun.

Menurutnya, seluruh anggaran yang digunakan berasal dari uang negara sehingga harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan tepat sasaran.

"Tahu enggak satu batang kelapa itu ditanya di akhirat nanti kalau salah? Ditanya kelapanya ini uangnya, ini uang rakyat semua," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebelumnya menjelaskan anggaran sebesar Rp9,95 triliun tersebut akan disalurkan kepada petani secara bertahap dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.

Melalui program peremajaan ini, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas komoditas perkebunan yang memiliki permintaan tinggi di pasar global sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penggunaan bibit unggul dan penerapan tata kelola budidaya yang lebih baik.

"Kita remajakan bibitnya yang sesuai, yang terstandar, cara pengelolaannya yang benar, maka produktivitasnya tinggi, petaninya tambah sejahtera," tutur Mas Dar saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Editor: Santi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.