SURABAYA (Lentera)— SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) kembali menunjukkan kualitas pendidikan yang konsisten, melalui capaian membanggakan dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026.
Sebanyak delapan siswa kelas VI berhasil meraih nilai sempurna 100, pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
Tahun ini, TKA diikuti oleh 230 siswa kelas VI. Hasil yang diperoleh menunjukkan performa akademik yang menggembirakan, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sebanyak 161 siswa meraih predikat Baik dan 10 siswa memperoleh predikat Baik Istimewa.
Sementara pada mata pelajaran Matematika, 84 siswa mendapatkan predikat Baik dan 12 siswa meraih predikat Baik Istimewa.
Lima siswa yang berhasil memperoleh nilai sempurna pada mata pelajaran Matematika yakni Oi Aditya Bhadra Wiranaya (6D), Himmatul Aliya Hafidzoh Al Baqi (6I), Ahmad Zufar Wirasatya (6D), Haryasatya Aksana (6C), dan Muhammad Reyhan Alkhair (6B).
Adapun tiga siswa yang mencatatkan nilai sempurna pada mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah Raisya Mumtaz Sakhi (6D), Ahnaf Zabir Nurdiyanto (6C), dan Anindita Sarahnova Suriaadibrata (6H).
Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Eddy Susanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya, atas capaian para siswa.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mencerminkan karakter disiplin, kerja keras, dan semangat belajar yang telah ditanamkan selama proses pendidikan.
“Prestasi ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi keluarga besar Mudipat. Nilai sempurna yang diraih anak-anak bukan sekadar menunjukkan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mencerminkan karakter pantang menyerah, disiplin, dan semangat belajar yang telah dibangun selama proses pendidikan di sekolah,” kata Eddy pada Lentera, Kamis (4/6/2026).
Eddy menjelaskan, keberhasilan siswa merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik. Berbagai program pendampingan akademik, pembiasaan belajar mandiri, serta dukungan keluarga menjadi faktor penting yang mendorong capaian tersebut.
Ia menambahkan, hasil TKA juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena itu, Mudipat telah menyiapkan program peningkatan kompetensi guru yang akan dilaksanakan pada 22–23 Juni 2026 di Trawas.
“Kami akan mengadakan upgrading bagi seluruh guru kelas 1 sampai kelas 6 dan guru mata pelajaran. Selama dua hari para guru akan mengikuti karantina dan pelatihan terkait asesmen berbasis TKA dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, khususnya di bidang Matematika dan Bahasa Indonesia,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan agar para pendidik semakin siap menghadapi perkembangan sistem asesmen pendidikan sekaligus mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pelaksanaan TKA sendiri menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kompetensi akademik peserta didik setelah menempuh pendidikan dasar. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan lebih percaya diri.
Tak lupa, Eddy juga berpesan kepada seluruh siswa agar terus menjaga semangat belajar dan mampu mengatur waktu secara seimbang.
Pihaknya berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi, mengembangkan karakter positif, serta menjadi generasi yang berilmu dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
"Teruslah semangat belajar, jangan bosan belajar, pandai mengatur waktu antara belajar dan bermain, serta jangan lupa berdoa,” pesannya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais





.jpg)
