SURABAYA ( LENTERA ) - Di tengah derasnya tren kesehatan dan kecantikan yang viral di media sosial, masyarakat kembali dibuat penasaran oleh klaim sederhana: minum campuran olive oil dan perasan lemon disebut-sebut bisa membuat kulit tampak lebih “glowing”, sekaligus membantu menjaga kesehatan tubuh.
Ramuan yang tampak sederhana itu yaitu cukup satu sendok minyak zaitun dengan sedikit lemon, ramai dibagikan sebagai “ritual pagi” ala hidup sehat modern. Namun di balik popularitasnya, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua tren yang terlihat natural otomatis aman untuk semua orang.
Dermatolog, dr Ruri Pamela menegaskan bahwa kebiasaan tersebut perlu dipahami secara lebih hati-hati, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pencernaan. Ia menjelaskan bahwa efek bahan alami pun tetap bisa menimbulkan reaksi tertentu pada tubuh.
“Sifat asam dari lemon itu bisa memicu kekambuhan pada mereka yang memiliki riwayat aslam (asam lambung) atau GERD,” ujar dr Ruri.
Peringatan itu menjadi penting karena tren ini banyak diikuti tanpa pertimbangan kondisi kesehatan individu. Pada sebagian orang, konsumsi bahan asam saat perut kosong justru dapat memperburuk gejala gangguan lambung, terutama pada penderita Gastroesophageal Reflux Disease.
Selain soal lambung, aspek lain yang sering luput dari perhatian adalah kandungan kalori pada minyak zaitun. Meski dikenal sebagai lemak sehat, konsumsi berlebihan tetap berpotensi berdampak pada keseimbangan energi harian.
“Minyak zaitun padat akan kalori sebetulnya, jadi kalau dikonsumsi berlebihan tanpa menghitung asupan kalori harian lainnya, bisa berisiko terhadap penambahan berat badan,” ucapnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana label “sehat” pada bahan alami kerap membuat sebagian orang mengabaikan prinsip dasar gizi: keseimbangan dan takaran. Padahal, menurut para ahli, tidak ada satu bahan pun yang bisa bekerja secara instan mengubah kondisi tubuh hanya dalam sekali konsumsi.
Di sisi lain, secara nutrisi, kombinasi minyak zaitun dan lemon memang memiliki kandungan yang tidak bisa diabaikan. Minyak zaitun dikenal kaya vitamin E dan antioksidan, sementara lemon mengandung vitamin C yang berperan dalam pembentukan kolagen dan perlindungan kulit dari radikal bebas. Namun, manfaat tersebut tetap bekerja sebagai bagian dari pola makan keseluruhan, bukan sebagai “obat ajaib”.
dr Ruri juga mengingatkan adanya kelompok tertentu yang perlu lebih waspada, terutama mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti pengencer darah. Kandungan vitamin E dalam minyak zaitun, jika dikonsumsi berlebihan, dapat berpotensi memengaruhi efektivitas obat.
Karena itu, ia menyarankan agar masyarakat tidak langsung mengikuti tren tanpa pemahaman yang cukup. Pemeriksaan kondisi tubuh dan konsultasi medis tetap menjadi langkah penting sebelum menjadikan suatu kebiasaan sebagai rutinitas harian.
“Pastikan menggunakan yang memang murni dan lemon segar. Minyak zaitunnya pakai yang Extra Virgin Olive Oil (EVOO),” jelasnya.
Pada akhirnya, tren minuman sehat seperti ini kembali mengingatkan bahwa kesehatan tidak bisa disederhanakan menjadi satu resep viral.
Di balik klaim “glowing instan”, tubuh tetap bekerja dengan sistem yang kompleks, yang membutuhkan keseimbangan nutrisi, gaya hidup, dan kehati-hatian dalam memilih apa yang dikonsumsi setiap hari.
Ini Klaim Manfaat dan Waktu Minumnya
Racikan lemon dan minyak zaitun juga dikenal sebagai "morning shot" alami yang dipercaya membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Kandungan nutrisi dari kedua bahan ini membuatnya diminati oleh mereka yang ingin menjaga kesehatan tanpa konsumsi bahan kimia tambahan.
Resep Minuman Viral Lemon dan Minyak Zaitun
Dikutip dari buku Resep Sehat JSR 200 Resep Menyehatkan karya dr. Zaidul Akbar, bahannya adalah 1-2 sendok makan extra virgin olive oil dan 1-2 sendok makan perasan lemon (lokal atau impor).
Perlu diperhatikan, kualitas minyak zaitun menjadi faktor penting dalam racikan ini. Disarankan menggunakan extra virgin olive oil karena kandungan nutrisinya masih alami dan lebih tinggi dibanding jenis lainnya.
Selain itu, bahan seperti lemon dan minyak zaitun memang dikenal memiliki manfaat kesehatan. Lemon mengandung vitamin C dan serat, sementara minyak zaitun mengandung lemak sehat yang baik untuk jantung serta mendukung program diet karena kalorinya relatif rendah.
Manfaat Minuman Lemon dan Minyak Zaitun
Minuman kombinasi lemon dan minyak zaitun ini dikenal memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, berikut beberapa manfaat yang perlu diketahui:
Meningkatkan metabolisme tubuh
Kandungan vitamin C dalam lemon membantu mempercepat metabolisme dan dapat menekan rasa lapar, terutama di pagi hari.
Membantu proses detoksifikasi
Campuran ini dipercaya membantu membersihkan hati, ginjal, dan kandung empedu dari racun dalam tubuh.
Menjaga kesehatan jantung
Minyak zaitun kaya lemak tak jenuh tunggal yang dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Melancarkan pencernaan
Kombinasi lemon dan minyak zaitun efektif membantu sistem pencernaan, termasuk melancarkan buang air besar.
Menutrisi dan menjaga kesehatan kulit
Antioksidan dari minyak zaitun dan vitamin C dari lemon membantu melembapkan kulit serta mencegah penuaan dini.
Menentukan waktu konsumsi racikan lemon dan minyak zaitun juga penting agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal. Minuman ini bisa diminum pada waktu tertentu sesuai kebutuhan tubuh, baik untuk membantu pencernaan, meningkatkan energi, maupun mendukung kualitas istirahat.
Di pagi hari
Minuman ini sering dikonsumsi saat perut kosong sebagai detox alami. Kandungan antioksidan dan lemak sehat membantu melancarkan pencernaan serta mengurangi sembelit.
Di malam hari
Mengonsumsinya sebelum tidur juga dipercaya membantu sistem pencernaan, menjaga keteraturan buang air besar, dan meningkatkan kualitas tidur sehingga tubuh terasa lebih segar saat bangun.
Secara umum, konsumsi yang dianjurkan sekitar 1-3 sendok makan per hari. Namun, bagi yang memiliki masalah asam lambung, sebaiknya menyesuaikan dosis agar tidak menimbulkan iritasi.(ist/dya)





.jpg)
