Live TikTok Dongkrak Omzet Sego Tempong di Pasar Klojen Kota Malang, Pembeli Rela Datang dari Luar Daerah
MALANG (Lentera) - Live TikTok menjadi salah satu strategi promosi yang efektif mendongkrak omzet pedagang kuliner di Pasar Klojen, Kota Malang.
Dalam tiga bulan terakhir, Warung Sego Tempong Mbak Uut mengalami peningkatan penjualan setelah rutin melakukan siaran langsung di media sosial tersebut bahkan mampu menarik pembeli rela datang dari luar kota.
"Saya live TikTok ini supaya usaha saya istilahnya bisa dikenal orang di seluruh dunia. Karena sangat berpengaruh sekali. Alhamdulillah banyak yang dari luar Kota Malang," ujar pemilik warung tersebut, Utami ditemui di Pasar Klojen, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, pembeli yang datang tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Malang. Sejumlah pelanggan bahkan datang dari Surabaya, Blitar, hingga Tulungagung dengan tujuan khusus untuk mencicipi Sego Tempong Mbak Uut yang mereka lihat saat live TikTok.
Utami mengaku, belum memiliki jadwal siaran langsung yang benar-benar tetap. Pada umumnya, live TikTok dilakukan saat akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu. Namun, aktivitas tersebut sering kali menyesuaikan kondisi di lapangan.
Ketika jumlah pembeli sedang membludak dan pegawai yang bertugas terbatas, ia memilih menghentikan sementara siaran langsung agar tetap fokus melayani pelanggan yang datang.
"Sebenarnya Sabtu-Minggu. Tetapi kalau kondisi ramai, kemudian pegawai juga kurang, kadang tidak rutin live. Kalau sering padahal pengaruhnya juga lebih besar. Tetapi kalau pas antre-antre tidak bisa karena kasihan pembeli kalau ditinggal live," ungkapnya.
Meski baru dijalankan selama sekitar 3 bulan, dampak promosi melalui live TikTok dinilai cukup signifikan. Banyak pelanggan yang secara langsung mengaku mengetahui keberadaan warung tersebut dari konten siaran langsung yang muncul di media sosial mereka.
"Banyak pembeli bilang, ‘Saya nyari-nyari tahu dari TikTok’. Banyak ibu-ibu sosialita. Kemudian ada yang naik kereta dan tujuannya memang ke Pasar Klojen mencari sego tempong," tuturnya.
Warung Sego Tempong Mbak Uut sendiri mulai beroperasi di Pasar Klojen sekitar satu tahun lalu. Sejak awal membuka usaha, jumlah pelanggan sudah tergolong ramai. Namun, setelah memanfaatkan fitur live TikTok, tingkat kunjungan pelanggan disebut mengalami peningkatan yang cukup terasa.
Hal itu terlihat dari kebutuhan bahan baku yang terus bertambah. Jika sebelumnya kebutuhan beras untuk memasak berada di kisaran 10 kilogram per hari, kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 15 hingga 20 kilogram per hari untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Dalam sehari, warung tersebut mampu menjual sekitar 400 porsi makanan. Pada akhir pekan maupun hari libur nasional, jumlah penjualan dapat meningkat hingga mencapai sekitar 500 porsi.
Utami menyebut jam operasional warungnya dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Harga menu yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp18 ribu hingga Rp30 ribu per porsi, tergantung pilihan lauk yang dipilih pelanggan.
Untuk menu favorit, Sego Tempong Ayam masih menjadi primadona. Selain menjadi menu dengan harga paling terjangkau, yakni Rp18 ribu per porsi, menu tersebut juga sudah dilengkapi dengan berbagai pelengkap yang membuatnya diminati banyak pelanggan.
Menurut Utami, kekuatan utama produknya tetap terletak pada sambal tempong khas Banyuwangi yang menjadi ciri khas usahanya.
"Ada menu lainnya, ayam panggang, mangut, tetapi yang best seller tetap sego tempong. Karena sambalnya itu enak, khas Banyuwangi. Saya dari Banyuwangi, semua dikirim dari Banyuwangi," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)
