29 May 2026

Get In Touch

Chinese Food Populer Disebut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Chinese Food Populer Disebut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

SURABAYA ( LENTERA ) - Masakan China atau Chinese food dikenal lezat dan menjadi favorit banyak orang. Namun, beberapa menu populer ternyata disebut dapat meningkatkan risiko kanker bila dikonsumsi terlalu sering.

Mengutip laporan MSN, faktor seperti kandungan sodium tinggi, penggunaan minyak berlebih, tambahan MSG, hingga teknik memasak bersuhu tinggi disebut berpotensi meningkatkan risiko kanker, terutama kanker kolorektal, kanker lambung, dan kanker hati. Karena itu, penting untuk lebih bijak memilih menu dan frekuensi konsumsinya.

Nasi Goreng dan Mi Goreng

Nasi goreng serta mi goreng hampir selalu tersedia di restoran Chinese food. Namun, kedua menu ini berpotensi mengandung akrilamida dalam kadar tinggi karena biasanya dimasak menggunakan suhu sangat panas.

Akrilamida merupakan senyawa yang terbentuk ketika makanan bertepung dipanaskan pada temperatur tinggi. Dalam sejumlah penelitian pada hewan, senyawa ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Selain itu, nasi goreng dan mi goreng umumnya dimasak memakai minyak dalam jumlah banyak. Beberapa menu juga ditambah daging olahan seperti sosis China yang dinilai kurang baik bila dikonsumsi berlebihan.

Sebagai pilihan yang dianggap lebih aman, disarankan mengganti menu dengan nasi putih kukus atau sayuran tumis ringan.

Char Siu atau BBQ Pork

Char siu, daging babi panggang khas China, terkenal dengan cita rasa manis dan gurih. Namun, proses pemanggangan bersuhu tinggi serta penggunaan marinasi tinggi gula disebut dapat menghasilkan senyawa heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs).

Kedua senyawa tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Risiko juga disebut meningkat ketika daging dipanggang terlalu gosong atau mengalami karamelisasi berlebihan.

Konsumsi daging dengan kondisi seperti itu disebut berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal dan kanker lambung.

Aneka Hidangan Gorengan

Beberapa menu Chinese food populer seperti egg roll, crab rangoon, dan ayam General Tso juga dinilai berisiko bila terlalu sering dikonsumsi. Menu-menu ini biasanya dimasak dengan teknik deep fried atau digoreng dalam minyak banyak.

Pada sejumlah restoran, minyak goreng bahkan dipakai berulang kali. Proses tersebut dapat menghasilkan lemak trans dan akrilamida yang dalam penelitian laboratorium dikaitkan dengan peradangan serta peningkatan risiko kanker.

Tak hanya itu, makanan gorengan umumnya tinggi kalori. Konsumsi berlebihan dapat memicu obesitas, sementara obesitas sendiri termasuk salah satu faktor risiko berbagai jenis kanker.

Sayuran Asin dan Acar

Sayuran asin maupun acar cukup sering ditemukan dalam hidangan Chinese food karena memberikan rasa khas pada makanan. Namun, makanan jenis ini diketahui memiliki kandungan sodium dan nitrit yang tinggi.

Nitrit di dalam tubuh dapat berubah menjadi senyawa N-nitroso yang dikenal bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker.

Karena itu, konsumsi berlebihan sayuran asin dan acar disebut dapat meningkatkan risiko kanker lambung.

Saus Manis dan Hidangan Tinggi MSG

Beberapa saus populer di restoran China, seperti saus asam manis, saus jeruk, dan saus berbasis hoisin, sering mengandung gula serta sirup jagung dalam jumlah tinggi. Banyak hidangan juga memakai monosodium glutamate (MSG).

Ditegaskan bahwa MSG sendiri belum terbukti secara langsung menyebabkan kanker. Namun, konsumsi makanan tinggi gula dan minyak dapat memicu obesitas serta resistensi insulin.

Kedua kondisi itu diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker apabila terjadi dalam jangka panjang.

Meski beberapa menu Chinese food disebut memiliki potensi risiko kesehatan, bukan berarti makanan tersebut harus sepenuhnya dihindari.

Mengonsumsi makanan secara seimbang tetap menjadi kunci utama. Memilih menu kukus, tumis ringan, atau hidangan berbahan segar juga dinilai dapat membantu mengurangi risiko kesehatan tanpa harus berhenti menikmati kuliner favorit.(ist/dya)

Perbanyak Makanan Pencegah Kanker

Sayuran krusiferus: Konsumsi brokoli, kubis, dan kembang kol yang kaya akan senyawa anti-kanker sulforaphane.

Buah beri: Makan stroberi dan anggur untuk mendapatkan asupan antioksidan tinggi pembasmi radikal bebas.

Rempah alami: Gunakan bawang putih dan kunyit sebagai bumbu masakan untuk zat anti-inflamasi alami.

Tomat: Manfaatkan kandungan likopen di dalamnya untuk menurunkan risiko kanker kulit dan prostat.

Ubah Cara Memasak

Turunkan suhu: Masak dengan metode merebus, mengukus, atau menumis daripada menggoreng rendam (deep fry).

Gunakan sekat: Lapisi daging dengan aluminium foil saat membakar agar lemak tidak langsung menetes ke arang.

Bahan segar: Prioritaskan mengolah bahan mentah langsung daripada menggunakan makanan kaleng atau instan.

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.