27 May 2026

Get In Touch

Pedagang Hewan Kurban di Kota Malang Keluhkan Sepinya Pembeli Kambing

Salah satu lapak penjual kambing kurban Iduladha 1447 Hijriah/2026 di wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (Santi/Lentera)
Salah satu lapak penjual kambing kurban Iduladha 1447 Hijriah/2026 di wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pedagang hewan kurban di Kota Malang mengeluhkan menurunnya minat masyarakat membeli kambing menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kondisi tersebut membuat penjualan kambing tahun ini dinilai lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini juga peminatnya kambing agak berkurang, mungkin karena ini juga menjadi penyebab harga kambing turun," ujar penjual hewan kurban di kawasan Saxofone, Kecamatan Lowokwaru, Fahmi, Selasa (26/5/2026).

Fahmi mengatakan, dirinya menjual kambing dan sapi untuk kebutuhan kurban masyarakat. Lapak kambing berada di Jalan Saxofone, sementara penjualan sapi berada di kawasan Sawojajar, Kota Malang.

Ia menyebut, total hewan kurban yang disediakan tahun ini mencapai sekitar 70 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 38 ekor kambing dan sisanya sapi.

"Sebagian memang ternak sendiri, ada juga yang saya datangkan dari daerah Jabung, Kabupaten Malang. Kalau untuk sapi, sebagian ada yang didatangkan dari Madura," jelasnya.

Menurut Fahmi, sapi asal Madura masih menjadi pilihan karena memiliki harga yang lebih ekonomis dibanding jenis sapi lainnya. Meski demikian, harga sapi tahun ini justru mengalami kenaikan cukup tinggi.

"Kalau istilah orang Madura itu bukan naik harga, tapi ganti harga. Karena memang lumayan melambung, sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta kenaikannya," katanya.

Berbeda dengan sapi, harga kambing justru mengalami penurunan. Fahmi menilai melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu penyebab turunnya harga kambing di pasaran.

Di lapaknya, harga kambing dijual mulai Rp1,5 juta hingga di atas Rp5 juta. Sementara harga sapi dibanderol mulai Rp17 juta hingga Rp38 juta tergantung ukuran dan jenisnya.

"Tahun ini saya lebih banyak menyediakan kambing kelas menengah ke bawah. Kalau tahun lalu lebih banyak yang jumbo," ungkapnya.

Fahmi menduga penurunan minat masyarakat membeli kambing kurban dipengaruhi momentum tahun ajaran baru dan kebutuhan pendidikan anak yang bertepatan dengan Iduladha tahun ini.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penjualan hewan kurban di lapaknya. Jika tahun lalu seluruh hewan kurban hampir habis terjual pada H-2 Iduladha, tahun ini sekitar 50 persen stok masih tersisa. "Biasanya H-2 sudah ludes. Tapi sekarang masih ada sekitar 50 persen yang belum laku," katanya.

Meski demikian, Fahmi tetap optimistis penjualan akan meningkat menjelang malam takbiran. Ia berharap sisa hewan kurban yang ada masih dapat terserap pasar dalam h-1 Iduladha 2026 ini.

"Mudah-mudahan sampai malam takbiran nanti masih bisa maksimal dan laku semua, insyaallah," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.