27 May 2026

Get In Touch

Menteri Haji Bentuk Satgas Khusus, Nyaris 100 Calon Jemaah Haji Ilegal Berhasil Dicegah Berangkat

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf (Kompas)
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf (Kompas)

SURABAYA (Lentera) -Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan komitmen pemerintah memberantas praktik pemberangkatan haji non-prosedural.

Setelah kunjungannya ke Embarkasi Haji Balikpapan, Senin (11/5/2026), ia mengungkapkan bahwa Satgas khusus yang dibentuk bersama Imigrasi dan Polri telah mulai membuahkan hasil.

Gus Irfan mengatakan, hingga hari ini, hampir 100 orang berhasil dicegah keberangkatannya di berbagai bandara karena terindikasi menggunakan visa non-haji.

"Laporan tim sudah ada sekitar 100 orang yang bisa kita cegah untuk berangkat. Mereka menggunakan visa bukan untuk haji, dan dipastikan akan terlunta-lunta di sana jika tetap berangkat."

"Mereka tidak akan bisa masuk ke Makkah, apalagi Arafah," ujar Gus Irfan di Balikpapan.

Minta masyarakat tak tergoda haji tanpa antrean

Belajar dari evaluasi tahun lalu di mana banyak jemaah tertahan di Madinah dan Jeddah tanpa bisa masuk ke tanah suci Makkah, pemerintah tahun ini memperketat pengawasan sejak dari hulu.

Gus Irfan menekankan bahwa modus iming-iming biaya haji murah tanpa antrean menjadi jebakan yang paling sering merugikan masyarakat. Sebagian besar penyedia jasa tersebut adalah travel tidak resmi.

"Kami mengedukasi warga agar tidak tergiur jalur tak resmi. Kasus pelanggaran keberangkatan ini akan diselesaikan melalui jalur hukum di kepolisian. Bagi travel resmi yang kedapatan bermain, sanksi tegas akan kami berikan," tegasnya, dikutip dari Kompas.

WNI iklan haji ilegal ditangkap

Menteri juga mengonfirmasi adanya warga negara Indonesia (WNI) yang baru-baru ini ditangkap karena diduga mengorganisir haji ilegal. Keduanya disinyalir nekat mempromosikan jasa haji tanpa kuota secara terbuka.

"Memang ada informasi dua WNI ditangkap kemarin. Mereka nekat mengiklankan (haji ilegal). Saya imbau jangan lakukan ini, karena merugikan jemaah dan diri sendiri. Jika ditangkap, kita semua terdampak dan kesulitan," tambahnya.

Selain menyoroti isu haji ilegal, Gus Irfan juga memastikan operasional di Embarkasi Haji Balikpapan berjalan optimal. Ia memberikan apresiasi terhadap efisiensi waktu pelayanan dan prioritas bagi jemaah lansia.

"Saya baru saja meninjau, semua berjalan sesuai harapan. Pelayanan jemaah lansia saya minta diutamakan dan itu sudah dilakukan."

"Alhamdulillah semua lancar, meski tetap ada celah kecil untuk evaluasi yang sudah saya sampaikan tadi kepada tim di lapangan," pungkasnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.