05 May 2026

Get In Touch

Proyek Gedung PT Wulandaya Tuai Pro Kontra Warga, Minta Solusi Dampak Lingkungan

Kantor Kecamatan Genteng, Lokasi Pra Mediasi Warga terkait Proyek Pembangunan Gedung Milik PT Wulandaya Cahaya Lestari
Kantor Kecamatan Genteng, Lokasi Pra Mediasi Warga terkait Proyek Pembangunan Gedung Milik PT Wulandaya Cahaya Lestari

SURABAYA (Lentera) - Pembangunan gedung milik PT Wulandaya Cahaya Lestari di wilayah Kecamatan Genteng menuai perhatian warga karena lokasinya berada di tengah permukiman.

Menindaklanjuti pro dan kontra tersebut, pihak Kecamatan Genteng menggelar pra mediasi bersama warga di aula kantor kecamatan di Jalan BKR Pelajar. Pertemuan ini dihadiri Camat Genteng Jefry, Ketua RW 07 Kelurahan Embong Kaliasin Bagus Surya, serta perwakilan warga dari masing-masing RT.

Camat Genteng Jefry membenarkan adanya pertemuan tersebut dan menyebut kegiatan itu masih bersifat awal untuk menyerap aspirasi warga.

"Ini hanya ngobrol dengan warga, sifatnya pra-mediasi. Saya selaku pemangku wilayah merasa perlu menanyakan detail informasi dan harapan warga itu seperti apa," ungkapnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menyebut terdapat sekitar enam rumah warga di wilayah Kecamatan Genteng yang terdampak langsung oleh pembangunan tersebut, sementara sebagian lainnya berada di wilayah Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari.

"Jadi, sewaktu-waktu dinas terkait mengadakan mediasi dan kami diundang, kami sudah mengetahui duduk permasalahan dan apa yang menjadi harapan warga," imbuhnya.

Ketua RW 07 Kelurahan Embong Kaliasin Bagus Surya mengatakan warga meminta adanya sosialisasi dari pihak proyek sebelum pembangunan dilakukan, sebagaimana proyek lain yang pernah berjalan di wilayah tersebut.

Selain itu, warga juga mempertanyakan potensi dampak pembangunan terhadap lingkungan sekitar beserta solusi yang disiapkan oleh pihak proyek.

"Dan dampaknya seperti apa? Dan solusinya seperti apa kalau saat ini dampak pada warga," tegasnya.

Ia mencontohkan, warga ingin mengetahui langkah yang akan diambil jika terjadi kerusakan pada rumah akibat proyek pembangunan tersebut.

"Entah itu diperbaiki sampai kembali semula baik. Atau mungkin ada kompensasi lain," ujarnya.

Bagus menegaskan, warga tidak memiliki tuntutan berlebihan dan hanya menginginkan kejelasan serta tanggung jawab dari pihak proyek.

"Jadi kita enggak neko-neko. Warga ini enggak neko-neko karena saya mewakili warga juga. Saya ketua RW 7 disitu mewakili warga," pungkasnya.

Reporter: Pradhita/Editor: Santi

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.