SURABAYA (Lentera) - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti meresmikan MuhlaS Boarding Class (MBC) SD Muhammadiyah 11, Jumat (1/5/2026), sebagai model pendidikan terpadu berbasis asrama yang menitikberatkan pada karakter, akademik, dan kepemimpinan siswa.
Peresmian tersebut menjadi tonggak peluncuran program unggulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan yang mengintegrasikan sistem pendidikan berasrama dengan kurikulum modern. Dirancang untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti, menilai kehadiran MBC merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan Cambridge menjadi indikator kesiapan sekolah dalam menghadirkan kurikulum bertaraf internasional.
"Kami menyambut baik peresmian ini, termasuk kerja sama dengan Cambridge yang menunjukkan kesiapan menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak di Surabaya dan sekitarnya," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi PCM Krembangan, PDM Kota Surabaya, serta Aisyiyah Krembangan dan Aisyiyah Kota Surabaya dalam mendorong inovasi pendidikan.
Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa MuhlaS Boarding Class bukan sekadar program akademik, melainkan sebuah model pendidikan menyeluruh yang membentuk karakter dan kepemimpinan siswa.
"Program ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan agar anak-anak siap bersaing secara global," kata Eri.
Ia juga menyoroti transformasi kawasan sekitar sekolah yang kini berkembang menjadi pusat pendidikan. Menurutnya, perubahan tersebut mencerminkan kuatnya peran pendidikan dalam membangun lingkungan sosial yang lebih baik.
"Dulu kita tahu bagaimana kondisi kawasan ini, dan hari ini telah berubah menjadi pusat pendidikan yang membentuk karakter generasi masa depan," ujar Eri.
Ditambahkannya, perkembangan tersebut turut mendorong partisipasi masyarakat, termasuk warga yang mewakafkan asetnya untuk kepentingan pendidikan. "Ini menunjukkan bahwa pendidikan memiliki dampak besar dalam membangun masa depan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Eri menekankan filosofi "Sang Surya" sebagai simbol pencerahan yang sejalan dengan peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban. "Insyaallah, kolaborasi ini akan terus menjadi penerang bagi Surabaya dan membawa keberkahan," tuturnya.
Dengan ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang mencakup jenjang PAUD hingga sekolah menengah serta dukungan fasilitas keagamaan, Pemerintah Kota Surabaya optimistis lembaga ini akan terus menjadi pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
"Surabaya tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan yang maju lahir dari kolaborasi banyak pihak. Muhammadiyah telah membuktikan perannya sebagai kekuatan besar dalam dunia pendidikan," pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Santi




.jpg)
