PALANGKA RAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya terus berupaya mengoptimalkan tata kelola aset-aset daerah yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyebut hal ini merupakan tindak lanjut terhadap pengelolaan fasilitas publik dan kawasan permukiman. Termasuk didalamnya aset daerah yang terbengkalai, seperti rumah toko (ruko) di Pasar Kahayan dan Pasar Mini Datah Manuah.
"Pemkot telah merancang skema kerja sama untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi di kedua fasilitas tersebut," papar Fairid, Jumat (1/5/2026).
Ia menerangkan, untuk Pasar Mini Datah Manuah, Pemkot sedang mempersiapkan langkah untuk bekerjasama dengan pihak ketiga. Namun saat ini masih dalam proses dan harus menunggu sebelum dapat dijalankan.
Lebih lanjut Fairid menegaskan, terkait transparansi progres pembangunan dan pemanfaatan aset pemerintah daerah sudah dapat diakses oleh publik.
"Capaian-capaian terbaru dari hasil kinerja Pemkot Palangka Raya telah dipaparkan secara komprehensif pada laporan capaian kinerja satu tahun," ungkapnya.
Jika masyarakat atau ada pihak yang membutuhkan rincian data tersebut, Fairid mengarahkan untuk berkoordinasi langsung dengan dinas terkait.
"Capaian terbaru sudah disampaikan dalam laporan satu tahun, semua data sudah ada di sana, atau bisa diminta langsung kepada pihak Bappeda," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Santi





.jpg)
