SURABAYA (Lentera) - Panitia Pusat UTBK di UPN Veteran Jawa Timur berhasil mengungkap dugaan praktik perjokian pada pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, Selasa (21/4/2026).
Koordinator Pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur, Eka Prakarsa, mengungkapkan pelaku menggunakan modus baru, yakni datang terlambat untuk menghindari pemeriksaan ketat.
"Modus operandinya tahun ini berbeda. Pelaku datang tergesa-gesa saat peserta lain sudah masuk, dengan harapan pengawas lengah dan proses pemeriksaan tidak maksimal," ujar Eka dalam keterangan resmi yang diterima Lentera, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, UPN Veteran Jawa Timur tahun ini melayani 10.339 peserta UTBK dari berbagai daerah. Untuk mendukung pelaksanaan, panitia menyiapkan 680 unit komputer serta tambahan 10 persen komputer cadangan di setiap sesi. Selain itu, sebanyak 30 teknisi dan 210 pengawas terlatih juga dikerahkan.
Sesuai prosedur, peserta yang datang sebelum ujian dimulai tetap diperbolehkan mengikuti tes. Namun, mereka wajib melalui dua tahapan pemeriksaan, yakni di ruang transit dan ruang ujian. Di ruang transit, peserta menjalani body checking serta verifikasi dokumen.
Eka menuturkan, karena pelaku datang mendekati waktu ujian, pengawas tetap menjalankan prosedur minimal sebelum mengarahkan ke ruang ujian. "Body checking dan verifikasi dokumen tetap dilakukan. Secara data identitas awal terlihat sesuai, sehingga peserta dipersilakan masuk," jelasnya.
Namun, kecurigaan muncul saat pengawas mencocokkan wajah peserta dengan data yang terdaftar. Gerak-gerik pelaku yang berusaha menutupi wajah semakin menguatkan dugaan adanya kecurangan.
"Sejak di ruang pemeriksaan sudah terlihat gelagat mencurigakan. Setelah kami lakukan pengecekan lebih lanjut, identitasnya ternyata tidak sesuai," ungkap Eka.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua Pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur untuk ditindaklanjuti.
Sementara itu, Ketua Pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur, Euis Nurul Hidayah, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia pusat UTBK-SNBT serta menyerahkan kasus ini kepada pihak berwenang.
"Kami memproses sesuai ketentuan yang berlaku dan telah berkoordinasi dengan panitia pusat serta pihak berwenang," ujar Euis.
Ia menambahkan, kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Pada 2022, UPN Veteran Jawa Timur juga pernah mengungkap sindikat kecurangan UTBK. Sejak saat itu, pengawasan terus diperketat melalui evaluasi dan pemetaan potensi kecurangan.
"Kami sudah memetakan berbagai potensi kecurangan dari evaluasi tahun-tahun sebelumnya, lalu memperkuat sistem keamanan dalam pelaksanaan UTBK," jelasnya.
Euis menegaskan, temuan ini menjadi bukti komitmen kampus dalam menjaga pelaksanaan UTBK tetap berjalan jujur, tertib, dan berintegritas.
Seperti diketahui, Kemdiktisaintek RI menemukan temuan modus kecurangan di hari pertama UTBK-SNBT di sejumlah kampus, yakni Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UPN Vetetan Jawa Timur, hingga Universitas Negeri Malang (UM).
Reporter: Amanah/Editor: Santi





.jpg)
