23 April 2026

Get In Touch

Puan Desak Pemerintah Buka-bukaan Soal Kenaikan BBM Nonsubsidi

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (foto: Media DPR RI)
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (foto: Media DPR RI)

JAKARTA (Lentera) - Ketua DPR RI, Puan Maharani, mendesak pemerintah memberikan untuk buka-bukaan menjelaskan alasan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk proyeksi ke depan di tengah ketidakpastian situasi geopolitik global.

"Dengan sudah adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi, tentu saja harus ada keadilan. Dan diberikan penjelasan, kenapa harga tersebut naik dan sampai kapan? Apakah harga tersebut akan terus naik atau tidak?" ujar Puan dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, mengutip Kumparan, Selasa (21/4/2026).

Puan menekankan, pemerintah juga perlu melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan harga BBM tersebut. Ia menyebut, keterbukaan informasi menjadi kunci agar masyarakat tidak merasa dirugikan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Lebih lanjut, DPR meminta pemerintah untuk melakukan mitigasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi akibat dinamika harga energi global. 

Menurut Puan, masyarakat hingga kini belum memiliki gambaran jelas terkait arah situasi global, termasuk potensi berlanjut atau berhentinya konflik di sejumlah wilayah yang berdampak pada harga energi dunia.

"Sebagai negara yang walaupun tidak secara langsung terimbas, kita harus siap mengantisipasi dan memitigasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi," imbuhnya.

Diketahui, pemerintah telah menaikkan harga BBM nonsubsidi per 18 April 2026. Kenaikan tersebut mengejutkan masyarakat karena nilainya tergolong signifikan dalam waktu singkat.

Harga Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.400 per liter, melonjak Rp6.300 dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Sementara itu, Dexlite mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni menjadi Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200 per liter.

Kenaikan serupa juga terjadi pada Pertamina Dex yang kini dijual Rp23.900 per liter, naik Rp9.400 dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter. Lonjakan ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam daftar BBM nonsubsidi.

Di sisi lain, tidak semua jenis BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian harga. Pertamax masih bertahan di angka Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 tetap dijual Rp12.900 per liter.

Editor: Santi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.