20 April 2026

Get In Touch

Upaya Pemkot Surabaya Tekan Kenakalan Remaja, Kasus Turun Lebih dari 70 Persen

Ilustrasi penanganan kenakalan remaja di Surabaya.
Ilustrasi penanganan kenakalan remaja di Surabaya.

SURABAYA (Lentera) - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menekan kenakalan remaja mulai menunjukkan hasil signifikan. Dalam setahun terakhir, jumlah kasus turun drastis hampir 70 persen, dari lebih dari 450 kasus menjadi di bawah 100 kasus. Seiring diterapkannya pola pembinaan baru yang lebih intensif dan terstruktur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati, mengatakan penurunan tersebut tidak lepas dari kombinasi kebijakan preventif dan pendekatan pembinaan yang diperkuat.

"Alhamdulillah ada penurunan yang cukup signifikan, terutama sejak diberlakukannya kebijakan jam malam bagi anak-anak," ujar Ida, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, pembatasan aktivitas malam hari menjadi salah satu faktor penting dalam menekan potensi kenakalan remaja. Namun, perubahan pola penanganan menjadi kunci utama.

Jika sebelumnya anak-anak yang terjaring hanya menjalani konseling singkat di markas Satpol PP sebelum dipulangkan, kini mereka mendapatkan pembinaan lebih mendalam. Anak-anak yang terlibat kasus seperti konsumsi minuman keras, tawuran, hingga geng motor, ditempatkan terlebih dahulu di Rumah Aman.

"Kami ubah polanya. Tidak hanya konseling singkat, tetapi ada edukasi yang lebih komprehensif, mulai dari dampak kriminalitas, bahaya narkoba, hingga penguatan wawasan kebangsaan," jelasnya.

Program pembinaan tersebut berlangsung selama 7 hingga 14 hari. Selama itu, anak-anak tidak hanya mendapat pendampingan psikologis, tetapi juga tetap difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan melalui pembelajaran daring.

Program ini telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu dan menunjukkan dampak positif. Jumlah anak yang harus menjalani pembinaan di Rumah Aman pun terus menurun, seiring meningkatnya kesadaran dan efek jera.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga memperkuat peran keluarga melalui edukasi kepada orang tua agar pengawasan terhadap anak lebih optimal.

Dengan kombinasi kebijakan preventif dan pembinaan komprehensif, tren penurunan kenakalan remaja diharapkan terus terjaga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.

"Kami berharap anak-anak bisa memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif, karena perilaku negatif tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan mereka," pungkas Ida. 

Reporter: Amanah/Editor: Santi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.