17 April 2026

Get In Touch

Wagub Emil Optimistis Akan Atasi Permasalahan Sampah Sungai di Jatim

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat menerima tim organisasi lingkungan Sungai Watch di Kediaman Wagub Jatim di Surabaya, pada Rabu (15/4/2026).
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat menerima tim organisasi lingkungan Sungai Watch di Kediaman Wagub Jatim di Surabaya, pada Rabu (15/4/2026).

SURABAYA (Lentera) - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bertekat dan optimistis akan mampu mengatasi permasalahan sampah sungai di Jatim. Pernyataan itu disampaikan optimistis begitu menerima audiensi dari tim organisasi lingkungan Sungai Watch yang dipimpin oleh Gary Bencheghib (Beli Gary), Made, dan Nyoman (Jeruk) di Kediaman Wagub Jatim di Surabaya, pada Rabu (15/4/2026).

Dalam pertemuan ini dibahas berbagai langkah-langkah strategis dalam menangani krisis sampah di aliran sungai Jawa Timur. Dimana hal ini sejalan dengan fokus yang tengah dijalankan oleh Tim Sungai Watch yaitu aksi lari maraton dari Bali menuju Jakarta sebagai simbol kepedulian sekaligus upaya menarik perhatian publik terhadap kelestarian ekosistem sungai.

Secara khusus, Wagub Emil bahkan mengapresiasi dedikasi tim Sungai Watch yang konsisten
menempuh jarak 23 hingga 25 kilometer setiap hari demi menyuarakan isu lingkungan.
"Sungai Watch ini telah melakukan kegiatan yang sangat-sangat inspiratif dalam menyadarkan masyarakat semua. Tidak sekedar lari, tapi memang untuk menarik perhatian kita terhadap masalah besar dalam ekosistem kita yaitu sungai yang penuh dengan sampah," ungkap Emil Dardak.

Lewat diskusi detail dan mendalam, Wagub Emil memandang optimis akan rencana penguatan
kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki solusi konkret dan inovatif seperti Sungai Watch. "Tentu kita sangat antusias bisa kolaborasi dengan Sungai Watch. Ini dikombinasikan dengan berbagai inisiatif seperti mengolah limbah-limbah plastik menjadi produk-produk yang punya nilai secara artistik dan fungsi," ujarnya optimis.

Wagub Jatim melanjutkan, tantangan besar dalam pengelolaan sungai adalah terutama mengenai
perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Ia menekankan bahwa seringkali
masyarakat di wilayah hulu tidak menyadari dampak sampah yang mereka buang, sementara
masyarakat di wilayah hilir harus menanggung akibatnya.

Sebagai langkah konkret, bersama dengan Sungai Watch akan dilakukan pemasangan trash barriers atau perangkat perangkap sampah diharapkan dapat menghentikan laju sampah di aliran sungai. Upaya ini disebutnya telah dilakukan oleh Sungai Watch di Bali untuk kemudian dilanjutkan di beberapa daerah di Jawa Timur.

Melalui inovasi ini, ia berharap besar agar mampu menghasilkan langkah konkret yaitu titik-titik dengan sampah tertinggi serta upaya penegakan hukum lewat penguatan regulasi yang tegas bagi pelanggar.

"Karena dasar hukumnya sebenarnya ada. Kalau bisa kita perkuat karena ini sungai provinsi, kita perkuat lagi dengan Peraturan Daerah misalnya, yang memungkinkan personil kita untuk memberi tindakan kepada pelanggar," tegasnya.

Dalam momen tersebut, Wagub Emil Dardak juga menginstruksikan langsung kepada Kepala Dinas
Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas PU SDA Jatim untuk segera melakukan identifikasi menyeluruh terhadap sungai-sungai yang berpotensi untuk dijadikan pilot project.
Harapannya, hal ini akan menegaskan komitmen Pemprov Jawa Timur untuk tidak lagi menutup mata terhadap masalah sampah sungai dengan dalih kesulitan teknis.

Ia mengaku optimistis dapat memulihkan kesehatan sungai-sungai di Jawa Timur sekaligus menjaga agar limbah domestik tidak mencemari pulau-pulau lain di Indonesia.

"Sungai Watch ini lari dari Bali dan pintu provinsi pertama yang diketok adalah Jawa Timur. Ini kesempatan kita juga mengakui dan menyadari adanya masalah sampah di sungai kita dan Bersama kita bisa mengatasinya," pungkasnya.

Sementara itu, Founder Sungai Watch Gary Bencheghib menyampaikan terima kasih atas support
penuh dari Pemprov Jatim lewat Wagub Emil Dardak. Ia menyebut bahwa Jawa Timur merupakan
provinsi pertama yang secara khusus mereka temui dan memberikan support.

"Kami tidak sabar bisa melakukan project pilot dengan satu daerah di Jatim, antara Probolinggo dan Situbondo nanti kita pilih," ucapnya.

Dalam perjalanannya, direncanakan masih ada tiga daerah di Jatim yaitu Kab. Gresik, Kab. Lamongan dan Kab. Tuban. Ia berharap agar lewat Pemprov Jatim bisa membuka peluang kerjasama dengan wilayah lainnya. "Mari terus jaga sungai kita," ajaknya. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.