17 April 2026

Get In Touch

Tas Tangan Kulit ‘Dinosaurus’ Bikin Heboh Dunia Sains

Tas Tangan Kulit ‘Dinosaurus’ Bikin Heboh Dunia Sains

SURABAYA ( LENTERA ) - Sebuah tas tangan unik yang diklaim terbuat dari kolagen hasil ekstraksi fosil Tyrannosaurus rex (T. rex) resmi diperkenalkan ke publik. Produk ini langsung menarik perhatian karena mengusung konsep “kulit dinosaurus” yang ditumbuhkan di laboratorium.

Dilaporkan oleh Reuters, tas tersebut merupakan hasil kolaborasi antara ilmuwan dan desainer di Amerika Serikat. Proyek ini bertujuan menunjukkan potensi material kulit sintetis berbasis bioteknologi sebagai alternatif di masa depan.

Tas berwarna turquoise itu kini dipamerkan di Art Zoo Museum, Amsterdam, Belanda. Menariknya, tas tersebut ditempatkan di dalam sangkar, tepat di bawah model T. rex, dan akan dipamerkan hingga 11 Mei. Setelah itu, tas ini rencananya dilelang dengan harga pembukaan yang diperkirakan melebihi USD500.000.

Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara The Organoid Company, Organoid, dan VML. Sebelumnya, Organoid dan VML juga pernah menciptakan bakso raksasa pada 2023 dengan menggabungkan DNA mammoth berbulu dan sel domba.

CEO The Organoid Company, Thomas Mitchell, mengungkapkan bahwa proses pengembangan “Kulit T. rex” ini menghadapi berbagai tantangan teknis. Di sisi lain, Che Connon dari Lab-Grown Leather Ltd. menyebut bahwa klaim asal-usul T. rex memberikan daya tarik tersendiri bagi produk tersebut.

Meski inovatif, proyek ini memicu perdebatan di kalangan ilmuwan. Banyak yang mempertanyakan validitas klaim penggunaan material dari dinosaurus, mengingat keterbatasan data genetik yang benar-benar dapat diambil dari fosil berusia jutaan tahun.
"Ini bukan hanya alternatif ramah lingkungan pengganti kulit asli, tetapi juga peningkatan teknologi," tambahnya.

Meski terdengar revolusioner, konsep “kulit T. rex” ini menuai skeptisisme dari sejumlah ilmuwan. Mereka menilai bahwa material dari spesies hewan modern tetap diperlukan dalam proses pembuatannya, sehingga klaim sebagai kulit dinosaurus dinilai kurang tepat.

Paleontolog Melanie During dari Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, menjelaskan bahwa kolagen dalam tulang dinosaurus hanya ditemukan dalam fragmen yang sangat kecil. Jumlah tersebut, menurutnya, tidak cukup untuk meregenerasi kulit atau bahkan menciptakan material yang benar-benar menyerupai kulit Tyrannosaurus rex.

Pandangan serupa disampaikan oleh Thomas R. Holtz Jr. dari University of Maryland, Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa kolagen yang ditemukan pada fosil T. rex berasal dari bagian tulang, bukan kulit. Bahkan jika proteinnya cocok sekalipun, kolagen tersebut tidak memiliki struktur serat berskala besar yang menjadi ciri khas kulit hewan.

Menanggapi kritik tersebut, CEO The Organoid Company, Thomas Mitchell, menyatakan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal wajar dalam inovasi ilmiah. Ia menekankan bahwa kritik justru menjadi fondasi penting dalam proses penemuan. Mitchell juga mengklaim bahwa proyek ini merupakan pendekatan paling mendekati yang pernah dicapai manusia dalam menciptakan material yang menyerupai T. rex.(*)
 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.