10 April 2026

Get In Touch

Tembus 2,7 Juta USD, Ekspor IKM Surabaya Melonjak Hampir Tiga Kali Lipat

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA (Lentera)- Capaian ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Surabaya melonjak signifikan dengan nilai transaksi menembus 2,7 juta USD, hampir tiga kali lipat dari target awal, yakni 1 juta USD.

"Total ekspor hari ini mencapai 2,7 juta dolar Amerika. Ini jauh melampaui target dan menunjukkan kekuatan industri kita,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dikutip pada Kamis (9/4/2026).

Capaian tersebut ditandai dengan pelepasan ekspor ke enam negara, di antaranya Pakistan, Oman, Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura, dan Brunei Darussalam. Komoditas yang diekspor cukup beragam, mulai dari furniture, dekorasi rumah, produk fashion, alas kaki, hingga makanan olahan seperti rendang.

Eri mengaku bangga atas kinerja industri lokal yang terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa produk IKM Surabaya mampu bersaing di pasar internasional.

Eri menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil dari pendampingan yang dilakukan secara konsisten oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Tercatat, sebanyak 36 IKM berhasil “naik kelas” dan memenuhi standar ekspor.

“Pemerintah tidak harus selalu di depan. Tugas kami mendorong agar UMKM berkembang. Hari ini terbukti Surabaya bukan hanya kota jasa, tetapi juga kota industri yang mampu menggerakkan ekonomi dan menekan pengangguran,” imbuhnya.

Ke depan, Pemkot Surabaya akan memperkuat kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk memberikan pelatihan kepada pelaku usaha, khususnya generasi muda. Program ini juga bertujuan menghilangkan anggapan bahwa ekspor sulit dilakukan.

“Akan ada pendampingan dari Kadin. Pelaku usaha yang sudah sukses ekspor akan menjadi mentor bagi yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang pembinaan sejak awal.

Dari sekitar 80 pelaku IKM yang mengikuti program, sebanyak 36 di antaranya lolos kurasi dan dinyatakan siap ekspor setelah melalui coaching clinic dan seleksi bersama Balai Ekspor Impor.

“Seluruh buyer, baik yang hadir langsung maupun secara daring, melakukan transaksi. Total nilai dalam LoI mencapai 2,7 juta dolar AS,” ungkap Hebi.

Ia menambahkan, target utama kegiatan ini bukan hanya nilai ekspor, tetapi juga dampak ekonomi lanjutan, termasuk peningkatan penyerapan tenaga kerja.

“Dengan naik kelasnya IKM, kebutuhan tenaga kerja akan meningkat. Karena itu, kami juga menggelar job fair secara bersamaan,” tambahnya.

Kegiatan ini didukung oleh Performa Event Expertindo. CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugeng Irawan, menyebut festival ini sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan inovasi dan peluang kerja.

“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud kolaborasi untuk mendorong industri yang adaptif dan membuka peluang kerja yang lebih kompetitif,” pungkasnya.

Reporter: Amanah/Editor:Santi

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.