MALANG (Lentera) - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Malang, Selasa (7/4/2026) siang. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan rumah warga serta pohon tumbang di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Kepanjen dan Poncokusumo.
Berdasarkan laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, kejadian di Kecamatan Kepanjen terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.
"Angin kencang menyebabkan kerusakan pada bagian atap teras rumah milik Ibu Neny di Perum Warakawuri RT 24 RW 01 Desa Sengguruh," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, dalam laporan tertulisnya, Selasa (7/4/2026).
Selain kerusakan rumah, kejadian cuaca ekstrem tersebut juga dilaporkan mengakibatkan beberapa pohon tumbang di wilayah terdampak. Hingga saat ini, menurutnya petugas masih melakukan pendataan terkait dampak lanjutan maupun potensi kerugian yang ditimbulkan.
Sementara itu, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Poncokusumo pada waktu yang hampir bersamaan, yakni sekitar pukul 14.00 WIB.
Hujan deras dan angin kencang menerjang 3 desa, yakni Desa Pandansari, Poncokusumo, dan Wonorejo.
Laporan yang dihimpun dari relawan setempat, kata Sadono, menyebutkan kondisi cuaca ekstrem di wilayah Poncokusumo juga memicu tumbangnya sejumlah pohon serta kerusakan pada bangunan warga.
Namun demikian, hingga kini dampak detail masih dalam proses pendataan oleh petugas.
BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa dalam 2 kejadian tersebut. Kendati demikian, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Sebagai langkah penanganan awal, Sadono menyebut Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Malang telah menerima laporan dari warga dan relawan, kemudian langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan asesmen di lapangan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga telah diterjunkan menuju lokasi terdampak di Kecamatan Kepanjen sekitar pukul 15.00 WIB guna melakukan pendataan sekaligus penanganan awal.
"Petugas masih melakukan proses pendataan dan penanganan di lapangan. Untuk pembersihan lokasi terdampak, saat ini masih menunggu kondisi cuaca yang lebih memungkinkan," lanjut Sadono.
Adapun kebutuhan mendesak dalam penanganan kejadian ini meliputi peralatan seperti chainsaw untuk evakuasi pohon tumbang, terpal untuk penanganan darurat rumah warga, serta dukungan pembersihan lokasi terdampak.
BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan deras yang disertai angin kencang, serta segera melaporkan kejadian kebencanaan kepada pihak berwenang untuk penanganan cepat.
Reporter:Santi Wahyu/Editor:Santi





.jpg)
