10 April 2026

Get In Touch

Biaya Murah Produksi Baterai Garam Diminati Pasar

Biaya Murah Produksi Baterai Garam Diminati Pasar

SURABAYA ( LENTERA ) - Persaingan utama pada mobil elektrifikasi tak melulu terpaku pada fitur dan teknologi mobilitas.

Namun terjadi pula pada pengembangan baterai yang digunakan.

Belum juga resmi diperkenalkan, baterai baru solid state, kini muncul wacana mengenai teknologi baterai ion natrium alias baterai yang secara harafiah menggunakan bahan garam (natrium/sodium) sebagai bahan baku utamanya.

Mengutip dari  carnewschina, manager umum Zhongke Haina (Hina Battery Technology), Li Shujun mengatakan bahwa biaya baterai ion natrium dalam mencapai kesetaraan biaya dengan baterai ion lithium dalam dua tahun ke depan.

Menurut Li, biaya produksi baterai natrium menurun dengan cepat, sebaliknya, biaya baterai lithium terancam akan mengalami kenaikan.

Hina Battery Technology termasuk di antara perusahaan yang memajukan komersialisasi baterai ion natrium di Tiongkok, dengan penerapan yang sudah meluas ke kendaraan komersial dan sistem penyimpanan energi.

Hina mengkonfirmasi bahwa truk berat bertenaga baterai natrium bergerak menuju komersialisasi seiring penurunan biaya dan peningkatan kinerja di seluruh industri.

Selain itu Hina juga membeberkan data bahwa truk berat bertenaga natrium menunjukkan konsumsi energi per kilometer sekitar 15% lebih rendah dibandingkan dengan truk berbaterai ion lithium, sementara kemampuan pelepasan yang lebih dalam memungkinkan jangkauan sekitar 20% lebih jauh dalam kondisi tipikal.

Perusahaan menyatakan bahwa hasil ini menunjukkan bahwa truk berat bertenaga baterai natrium telah beralih dari validasi teknis ke aplikasi komersial tahap awal.

Di luar Hina, terdapat beberapa pabrikan lain yang tengah melakukan pengembangan baterai ion natrium. Salah satunya adalah CATL.  Si raksasa penyedia baterai EV terbesar di dunia juga mengirimkan sinyal positif pada baterai garam ini.

CATL telah memperkenalkan platform baterai natrium dengan kepadatan energi sekitar 175 Wh/kg, yang menargetkan aplikasi di seluruh kendaraan penumpang dan penyimpanan energi.

Di sisi lainnya CarNewsChina juga mengabarkan bahwa BAIC tengah mengembangkan baterai ion natrium yang mampu mengisi daya dalam waktu sekitar 11 menit, dengan kepadatan energi melebihi 170 Wh/kg dan peningkatan kinerja pada suhu rendah.

Laporan lain mencatat bahwa BYD sedang memajukan daya tahan baterai natrium hingga 10.000 siklus pengisian daya bersamaan dengan pengembangan baterai solid-state. BYD cukup ambisius dengan menargetkan kedua teknologi tersebut dapat dirilis sekitar tahun 2027.

Laporan terbaru IBM, lengan riset Fitch Solutions bagian dari Fitch Group, menyebut baterai SiB atau ion natrium akan menjadi kunci untuk meningkatkan keterjangkauan harga kendaraan listrik, serta menaikkan adopsi segmen e2/3W.

“Karena natrium merupakan unsur yang tersedia secara luas, dan dapat diekstraksi dari air laut, SiB lebih murah untuk diproduksi, menjadikannya jalur penting untuk menjaga harga tetap rendah secara berkelanjutan,” papar tim riset BMI.

Lembaga itu mengelaborasi bahwa baterai SiB lebih cocok untuk sepeda motor listrik, mengingat daya tahan jelajah atau kemampuan jangkauannya yang terbatas.

Beberapa produsen pun telah mulai merilis model kendaraan listrik roda dua yang ditenagai oleh jenis baterai berbasis garam ini.

Misalnya, produsen kendaraan roda dua listrik terbesar di China — Yadea, Luyuan, dan Sunra — yang semuanya telah merilis model bertenaga SiB dalam beberapa tahun terakhir.

Yadea juga mengekspor dan memiliki fasilitas produksi di, Vietnam, Indonesia, dan Thailand. Ketiga pasar Asia Tenggara tersebut sensitif terhadap harga dengan permintaan yang signifikan untuk motor litrik.

“Contoh keunggulan harga SiB berasal dari unit bertenaga natrium Yadea yang dibanderol sekitar CNY2.866—CNY4.729 [US$400—US$660] di China,” tulis BMI.

Harga ini berada dalam kisaran harga baterai lithium ferro phosphate (LFP) dan kendaraan internal combustion engine (ICE), meskipun dua baterai terakhir merupakan teknologi yang lebih matang dengan rantai pasok yang mapan.

“Kami memperkirakan produsen baterai EV terkemuka di industri yang berinvestasi pada SiB akan menekan biaya SiB ini dalam jangka menengah. Akibatnya, EV itu sendiri akan lebih terjangkau daripada ICE dan baterai ion litium,” kata BMI.(ist/dya)

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.