04 April 2026

Get In Touch

Dishub Kota Malang: Libur Lebaran Tak Signifikan Dongkrak Pendapatan Parkir

Ilustrasi:lahan parkir di kawasan Stadion Gajayana Kota Malang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi:lahan parkir di kawasan Stadion Gajayana Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyatakan, momentum libur Lebaran 2026 tidak secara signifikan mendongkrak pendapatan parkir. 

Meski terjadi lonjakan kunjungan masyarakat di sejumlah pusat keramaian, kondisi tersebut tidak mampu meningkatkan retribusi secara berarti bahkan secara keseluruhan cenderung menurun.

"Justru banyak yang tutup. Lahan-lahan parkir tutup, karena pertokoan itu banyak yang tutup. Hampir 80 persen tutup, yang ramai hanya pusat perbelanjaan yang besar, memang naik tapi itu hanya naik sedikit," ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, Jumat (3/4/2026).

Ditambahkannya, kawasan seperti Pasar Besar menjadi contoh nyata di mana aktivitas ekonomi menurun drastis selama libur Lebaran. Banyaknya toko yang tutup menyebabkan berkurangnya kebutuhan parkir di kawasan tersebut.

Di sisi lain, pusat perbelanjaan modern seperti Mall Olympic Garden (MOG) memang mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Namun, Widjaja menegaskan kontribusi dari lokasi tersebut tidak cukup besar untuk menutup penurunan dari sektor lainnya.

"Memang mal besar ramai, ada kenaikan, tapi itu hanya sedikit dan tidak signifikan dibandingkan dengan yang tutup," jelasnya.

Lebih lanjut, Widjaja menjelaskan pendapatan dari parkir di pusat perbelanjaan tidak sepenuhnya masuk ke dalam retribusi Dishub. Sebagian masuk dalam skema pajak daerah, sementara retribusi yang dikelola langsung oleh Dishub salah satunya berasal dari parkir vertikal di Stadion Gajayana.

Pria yang akrab dengan sapaan Jaya, ini juga memaparkan kenaikan pendapatan parkir hanya terjadi dalam beberapa waktu, yakni pada periode H-2 hingga sehari sebelum Lebaran serta H+1 hingga H+3 setelah Lebaran. Di luar periode tersebut, aktivitas parkir cenderung menurun. "Tapi (naiknya) itu pun tidak terlalu signifikan," ungkapnya.

Secara keseluruhan, Jaya mencatat jika dihitung secara kumulatif selama periode libur Lebaran, pendapatan parkir justru mengalami penurunan dibandingkan hari biasa. "Kalau ditotal, justru hampir turun. Secara kumulatif turun," tegasnya.

Sementara itu, capaian retribusi parkir pada tahun 2026 hingga 27 Maret juga masih tergolong rendah dibandingkan target yang telah ditetapkan. Untuk retribusi parkir di tepi jalan umum, dari target sebesar Rp8,5 miliar, baru terealisasi Rp1.158.651.001 atau sekitar 13,63 persen.

Adapun untuk retribusi pelayanan tempat khusus parkir, dari target Rp6,5 miliar, realisasi yang tercapai sebesar Rp1.288.601.804 atau sekitar 19,82 persen.

Jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, realisasi pada 2025 juga belum sepenuhnya memenuhi target. Retribusi parkir di tepi jalan umum ditargetkan Rp10,5 miliar, namun realisasinya hanya mencapai Rp6.039.462.618 atau 57,52 persen.

Sedangkan retribusi pelayanan tempat khusus parkir pada tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp6,5 miliar dan mampu terealisasi Rp5.128.813.541 atau setara 78,90 persen.

 

Reporter:Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.