03 April 2026

Get In Touch

BMKG Nyatakan Peringatan Dini Tsunami Malut dan Sulut Berakhir

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani beserta jajaran Direktorat Geofisika dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4/2026). (foto:ist/BMKG)
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani beserta jajaran Direktorat Geofisika dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4/2026). (foto:ist/BMKG)

JAKARTA (Lentera) - Setelah gempa Magnitudo 7,6 di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) pukul 05.48 WIB yang berpotensi tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sudah berakhir pukul 09.56 WITA.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan peringatan dini tsunami resmi diakhiri, setelah pemantauan menunjukkan kondisi laut kembali stabil.

“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa magnitudo 7,6 dinyatakan telah berakhir pukul 09.56 WITA,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta melansir Antara, Kamis (2/4/2026).

Dia menilai, pengumuman pemberhentian peringatan dini tersebut sangat penting karena dengan begitu tim petugas gabungan sudah bisa masuk ke lokasi-lokasi terdampak gempa sekaligus tsunami ini.

Sebelumnya, gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung (Sulut) terdeteksi pada kedalaman 33 kilometer.

Gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, antara lain Ternate (Malut) dengan intensitas V-VI MMI, Manado IV-V MMI, serta beberapa wilayah di Gorontalo dengan intensitas II-III MMI.

BMKG sebelumnya menetapkan status siaga tsunami di sejumlah wilayah seperti Ternate, Halmahera, dan Bitung, serta status waspada di wilayah lain di Sulawesi Utara.

Berdasarkan pemantauan alat ukur muka air laut, gelombang tsunami sempat terdeteksi dengan ketinggian bervariasi antara lain di Halmahera Barat sekitar 0,3 meter dan Bitung sekitar 0,2 meter.

Selain itu gelombang juga terpantau di sejumlah titik lain seperti Sidangoli, Minahasa Utara, dan Belang, dengan ketinggian kurang dari satu meter. Hingga pukul 09.59 WIB, BMKG mencatat sebanyak 40 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5.

BMKG mengimbau, masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.