02 April 2026

Get In Touch

Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Kekalahan...

Penyerang Bosnia-Herzegovina Haris Tabakovic (C) merayakan gol bersama rekan-rekan setim setelah mencetak gol dalam laga final kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 31 Maret
Penyerang Bosnia-Herzegovina Haris Tabakovic (C) merayakan gol bersama rekan-rekan setim setelah mencetak gol dalam laga final kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 31 Maret

SURABAYA (Lentera) -Italia gagal lolos ke Piala Dunia usai kalah 1-4 dalam adu penalti dari Bosnia-Herzegovina pada final play-off di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari.

Italia bermain dengan 10 orang sejak babak pertama setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah, yang mengubah jalannya pertandingan. Italia memimpin pertandingan lebih dulu pada menit ke-15.

Italia memimpin pertandingan lebih dulu pada menit ke-15. Penyerang Moise Kean mencetak gol pembuka usai menerima operan Nicolo Barella yang memanfaatkan kesalahan umpan silang pemain lawan, Nikola Vasilj.

Arah pertandingan berubah pada menit ke-41. Wasit Clement Turpin mengeluarkan kartu merah langsung untuk Bastoni tanpa peninjauan VAR.

Keputusan ini keluar setelah bek Italia tersebut menjatuhkan Amar Memic saat berposisi sebagai pemain bertahan terakhir.

Gempuran Tuan Rumah dan Adu Penalti

Kekurangan jumlah pemain memaksa skuad Azzurri menarik garis pertahanan ke area sendiri.

Bosnia-Herzegovina mengambil alih kendali penguasaan bola dan secara konsisten melepaskan umpan silang ke kotak penalti Italia.

Rapatnya pertahanan Italia akhirnya tembus pada menit ke-79. Haris Tabakovic membobol gawang Italia dengan memanfaatkan bola pantul dari blokade kiper Gianluigi Donnarumma atas sundulan Edin Dzeko. Skor imbang 1-1 bertahan hingga dua babak perpanjangan waktu selesai.

Penentuan tiket Piala Dunia berlanjut ke babak adu penalti. Empat eksekutor Bosnia-Herzegovina menyarangkan bola ke gawang, dengan Esmir Bajraktarevic bertindak sebagai penendang penentu.

Di sisi lain, dua pemain pengganti Italia gagal menjalankan tugasnya; tendangan Francesco Pio Esposito melambung di atas gawang, sedangkan eksekusi Bryan Cristante membentur mistar.

Pukulan Telak Bagi Gattuso

Pelatih Italia Gennaro Gattuso menolak memberikan keterangan terkait kelanjutan masa depannya bersama tim nasional usai kekalahan tersebut.

Ia menyatakan timnya sudah mengerahkan seluruh kemampuan untuk bertahan dari serangan silang beruntun lawan pasca-kartu merah.

"Saya tidak berpikir ini waktunya untuk membicarakan masa depan saya atau orang lain. Ini adalah sepak bola, terkadang membuat Anda merayakan, terkadang membuat Anda menderita," kata Gattuso kepada Sky Sports Italia.

Gattuso menegaskan para pemainnya tidak pantas mendapatkan hasil tersebut bila melihat usaha dan determinasi di lapangan. Ia menyebut timnya memiliki peluang memperbesar keunggulan sebelum akhirnya kebobolan. 

"Kami menderita dengan semua umpan silang itu, kami memberikan segalanya. Saya bangga pada mereka, menyakitkan menerima putusan ini. Pada tingkat pribadi, ini adalah pukulan telak," imbuhnya, melansir Kompas.

Mantan pemain AC Milan itu juga menambahkan, kegagalan ini berdampak signifikan bagi pergerakan sepak bola Italia secara keseluruhan dan ia enggan membahas kinerja wasit sebagai alasan kekalahan (*)

Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.