28 March 2026

Get In Touch

Lebih Dari 350 Kapal Menunggu Restu Iran Lintasi Selat Hormuz

Ilustrasi:salah satu kapal menunggu izin Iran untuk melintasi Selat Hormuz. (foto:ist/New York Times)
Ilustrasi:salah satu kapal menunggu izin Iran untuk melintasi Selat Hormuz. (foto:ist/New York Times)

JAKARTA (Lentera) - Lebih dari 350 kapal dilaporkan menunggu restu Iran untuk melintasi Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi gerbang vital perdagangan minyak dunia.

Melansir dari Antara yang mengutip kantor berita semiresmi Iran, Fars, jalur perairan tersebut tetap ditutup bagi kapal-kapal milik AS, Israel, dan sekutunya sekitar 27 hari setelah dimulainya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Dalam unggahan di platform media sosial X pada Selasa (24/3), Alireza Tangsiri, Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, menegaskan setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz harus berkoordinasi penuh dengan otoritas maritim Iran.

Tanpa izin resmi Iran, kapal tidak diperbolehkan melintasi Selat Hormuz maupun berlabuh di pelabuhan-pelabuhan regional.

Media lokal Iran tersebut menjelaskan, kapal-kapal yang menunggu restu Iran telah diperintahkan untuk mematikan sistem navigasi dan tetap berada di posisi masing-masing.

Rinciannya, terdapat 25 kapal tanker besar (supertanker), 200 kapal tanker minyak, serta 70 kapal pengangkut LNG dan CNG yang menunggu izin melintas. Iran menegaskan tanpa persetujuan otoritasnya, kapal-kapal tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan maupun bersandar di pelabuhan manapun.

Ketegangan ini bermula pada 28 Februari 2026, ketika Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Iran merespons serangan tersebut dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, pangkalan, dan aset AS di Timur Tengah. Selain itu, Iran memperketat kendali atas Selat Hormuz dengan memblokir kapal-kapal milik atau berafiliasi dengan Israel dan AS.

Editor:Santi,ist

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.