24 March 2026

Get In Touch

Wakil Ketua Komisi X DPR Tidak Setuju Sekolah Kembali Daring Demi Efisiensi

Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti. (foto:ist/Ant/Humas DPR RI)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti. (foto:ist/Ant/Humas DPR RI)

JAKARTA (Lentera) - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti menyatakan tak setuju soal wacana kegiatan belajar bagi siswa sekolah kembali dilaksanakan secara daring mulai April 2026, demi kebijakan efisiensi atau strategi penghematan energi yang dilakukan pemerintah.

Belajar dari pengalaman COVID-19, menurutnya, strategi pembelajaran daring kurang efektif bagi siswa sekolah. Dia mengatakan bahwa wacana kebijakan itu perlu dikaji lebih mendalam.

"Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah COVID-19, dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," kata Esti dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta melansir Antara, Senin (23/3/2026).

Dampak yang dimaksud meliputi tantangan kemampuan anak dalam menyerap materi pelajaran, kedisiplinan, pembentukan karakter, kendala teknologi, dan lain sebagainya.

"Hal-hal tersebut adalah problem yang tidak sederhana," kata legislator yang membidangi urusan pendidikan itu.

Dia menjelaskan, bahwa salah satu dampak dari pembelajaran jarak jauh semasa pandemi COVID-19 adalah learning loss, yakni fenomena yang memunculkan keadaan ketika peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya.

Kemampuan kognitif pelajar yang semakin menurun pasca kebijakan pembelajaran daring, kata dia, terlihat dari beberapa hasil pemantauan tumbuh kembang anak di Indonesia.

Selain ketertinggalan dalam bidang akademis, seperti learning loss yang dialami para siswa, menurut dia, sistem pembelajaran jarak jauh juga menimbulkan dampak pada aspek psikologis, dan kesehatan fisik anak.

"Sistem daring sulit menerapkan pelajaran pada aspek afektif seperti kepribadian, sikap, dan karakter," tandasnya.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah mencari solusi lain dalam mengantisipasi dampak kondisi global. Dia menegaskan bahwa pendidikan anak-anak tidak boleh dikorbankan karena dapat menyebabkan dampak berkepanjangan.

"Pasti masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkinan naiknya harga minyak karena kondisi global dunia," imbuhnya.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.