21 March 2026

Get In Touch

Grebeg Syawal Keraton Ngayogyakarta Persembahkan Lima Gunungan

Para Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, saat membagikan ubo rampe gunungan kepada masyarakat yang datang.(foto:ist/Kompas.com)
Para Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, saat membagikan ubo rampe gunungan kepada masyarakat yang datang.(foto:ist/Kompas.com)

YOGYAKARTA (Lentera) - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar Garebeg Syawal yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Idul Fitri 1447 H/Tahun Dal 1959, dengan menghadirkan lima jenis gunungan yang digelar, pada Jumat (20/3/2026). 

Tampak warga memadati depan gerbang Masjid Gedhe Kauman, mereka dengan sabar menanti iring-iringan bregada prajurit dan gunungan. Saat iring-iringan bregada prajurit melintas menuju Masjid Gedhe Kauman, warga masyarakat kemudian mendekat. 

Beberapa warga tampak mengabadikan momen tersebut, dengan ponsel yang dimiliki. Masyarakat pun tampak antusias, saat abdi dalem keraton mulai membagikan ubo rampe gunungan. 

Mereka bahkan berfoto dengan menunjukkan ubo rampe gunungan yang didapatkan. Endang, salah satu warga asal Tambun, Bekasi mengatakan sengaja datang untuk bersama dengan anaknya untuk melihat Garebeg. 

"Saya (datang menyaksikan Garebeg) sejak anak saya masih kecil, sampai anak saya sudah lulus kuliah," ujar Endang saat ditemui di depan Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta melansir Kompas.com,, Jumat (20/3/2026). 

Endang menyampaikan, dari Bekasi datang ke Yogyakarta untuk mudik. Setelah menjalankan ibadah Shalat Idulfitri, Endang bersama anaknya lantas menuju Keraton Ngayogyakarta untuk menyaksikan Garebeg Syawal. 

"Mudik ke Yogya. Tadi Shalat Id bersama keluarga langsung kemari untuk melihat Garebeg Syawal," urainya. 

Ibu asal Bekasi ini bersama dengan anaknya, mendapatkan ubo rampe yang dibagikan oleh abdi dalem keraton. Keduanya pun tampak berfoto dengan memegang ubo rampe yang didapatkan. 

"Buat kenang-kenangan aja, tahun ini masih bisa ke Yogya," ucapnya. 

Acara Garebeg Syawal dimulai sejak pukul 06.00 WIB, dengan persiapan bregada prajurit di kompleks Kamandhungan Kidul Keraton. Setelah itu iring-iringan bregada prajurit dan gunungan menuruni Siti Hinggil di Pagelaran Keraton. 

"Gunungan yang berada di Bangsal Pancaniti, Kamandungan Lor akan dibawa oleh Kanca Abang melalui Regol Brajanala-Sitihinggil Lor-Pagelaran-keluar lewat barat Pagelaran menuju Masjid Gedhe. Di Masjid Gedhe setelah didoakan, akan ada gunungan yang dibawa menuju Pura Pakualaman dan peraden yang dibawa ke kompleks Kepatihan serta ke Ndalem Mangkubumen," ujar Panghageng II, Kawadanan Reksa Suyasa (KRT) Kusumanegara dalam keterangan tertulis. 

Terdapat 14 bregada prajurit keraton yang hadir dalam Garebeg Syawal Dal 1959. Pada Garebeg Syawal ini terdapat lima jenis gunungan, yakni Gunungan Kakung, Gunungan Estri/Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat dan Gunungan Pawuhan. 

Dua Gunungan Kakung peruntukannya masing-masing untuk Masjid Gedhe dan Pura Pakualaman. Sedangkan untuk Kepatihan dan Ndalem Mangkubumen akan diberikan bagian dari gunungan berupa pareden wajik. 

Selain itu, terdapat satu buah Gunungan Pawuhan, yang selanjutnya dibagikan kepada Abdi Dalem Pengulon. 

"Sementara gunungan merupakan perwujudan kemakmuran Keraton atau pemberian dari raja kepada rakyatnya. Jadi makna Garebeg Syawal secara singkatnya adalah perwujudan rasa syukur (mangayubagya) akan datangnya Idulfitri, yang diwujudkan dengan memberikan rezeki pada masyarakat melalui uba rampe gunungan yang berupa hasil bumi dari tanah Mataram," pungkasnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.