21 March 2026

Get In Touch

Sudah Terjadi 935 Kecelakaan dengan 106 Korban Jiwa Selama 6 Hari Mudik

Foto udara kendaraan pemudik melaju di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026). (antara)
Foto udara kendaraan pemudik melaju di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026). (antara)

JAKARTA (Lentera)-Menurut data Operasi Ketupat 2026 sudah ada 935 kecelakaan lalu lintas sejak tanggal 13 Maret 2026. Selama enam hari operasi tersebut juga tercatat 106 korban dinyatakan meninggal dunia.

Data tersebut dibagikan dalam akun Instagram Divisi Humas Polri, @divisihumaspolri. Melalui keterangannya Polri meminta pemudik untuk tetap waspada saat perjalanan mudik.

"Dari 13-18 Maret 2026, tercatat 935 kasus dengan 106 korban meninggal dunia. Jadi, jangan cuma fokus cepat sampai ya, yang penting selamat sampai," demikian keterangan tersebut dikutip Jumat (20/3/2026).

Dalam rentan waktu yang sama terdapat 196 korban luka berat, kemudian 1.554 orang mengalami luka ringan dan kerugian materiil mencapai Rp 2,3 miliar.

Polri mencatat per 18 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, terdapat 732.129 kendaraan yang melakukan perjalanan mudik.

Sebelumnya, Paminbinwas Subdit Dakgar Dirgakkum Korlantas Polri, Ipda Hanny Neno, mengungkapkan angka kecelakaan saat Mudik 2026 meningkat dibanding tahun lalu.

"Untuk laka lantas selisih di tahun 2025, 2026 naik 1,97%," kata Neno di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Meski begitu, menurut Neno angka korban jiwa akibat kecelakaan di jalur mudik mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

"Untuk meninggal dunia turun, turun 13,50% yang meninggal dunia. Kalau untuk luka berat naik 9,42%. Kalau untuk luka ringan naik 19,63% untuk laka lantas," jelasnya.

Laporan Divisi Humas Polri juga mencatat sejumlah kemacetan selama arus mudik. Di Tol Japek terjadi kepadatan karena volume kendaraan yang meningkat signifikan sehingga membuat kendaraan hanya bisa melaju 30-40 km/jam. 

Sedangkan di Jalur Lintas Timur Sumatera Betung kemacetan panjang terjadi pada 14-16 Maret karena kontur jalan yang menanjak. Kemudian adanya kendaraan yang mogok atau kecelakaan, hingga kendaraan sumbu 3 yang melewati jalan sempit.

Kemudian di Jalur Bali atau di Denpasar-Gilimanuk, Polri mencatat ada perlambatan ekstrem pada 14-18 Maret. Kemacetan itu disebabkan cuti Nyepi dan Idul Fitri yang bersamaan, di sisi lain armada kapal tidak bisa menampung secara maksimal. Maka itu terdapat antrean kendaraan hingga mencapai 30 kilometer.

Editor: Widyawati

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.