14 March 2026

Get In Touch

Molor dari Target Februari, Wali Kota Malang Pastikan Program RT Berkelas Mulai Cair Usai Lebaran

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Program RT Berkelas di Kota Malang dipastikan molor dari target awal pelaksanaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyebut pencairan dana program yang semula direncanakan Februari 2026 akan direalisasikan usai Lebaran dengan tahap awal difokuskan pada kegiatan nonfisik.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan keterlambatan pelaksanaan program RT Berkelas terjadi, karena pemerintah daerah harus memastikan seluruh usulan kegiatan yang diajukan di tingkat rukun tetangga (RT) sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Setiap usulan kegiatan yang diajukan melalui program tersebut harus disesuaikan dengan kebijakan dan aturan dari tingkat yang lebih tinggi. Agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Wahyu mengungkapkan, dalam proses verifikasi usulan terdapat sejumlah pengajuan kegiatan dari masyarakat yang dinilai masih perlu ditinjau kembali. Salah satunya berkaitan dengan rencana pengadaan fasilitas seperti meja dan kursi di lingkungan RT.

Namun demikian, beberapa usulan tersebut dinilai belum memiliki kesiapan dari sisi pemanfaatan maupun penempatan sarana yang akan dibeli. Kondisi itu dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan di kemudian hari apabila tetap direalisasikan tanpa kajian lebih lanjut.

"Ada beberapa usulan dari masyarakat terkait pengadaan kursi dan meja di lingkungan RT yang diusulkan, tapi tidak ada tempatnya. Ini dikhawatirkan akan menjadi masalah nantinya," kata Wahyu.

Karena itu, menurutnya Pemkot Malang saat ini masih melakukan proses pengecekan ulang atau cross-check terhadap seluruh usulan kegiatan yang diajukan melalui program RT Berkelas.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan yang dibiayai benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat serta tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.

"Maka kami akan cross-check terlebih dahulu terkait dengan usulan-usulan termasuk juga program kegiatan yang lain," lanjutnya.

Meski demikian, Wahyu memastikan proses realisasi anggaran program tersebut akan mulai berjalan dalam waktu dekat. Pihaknya menargetkan sebagian kegiatan sudah dapat dicairkan pada April 2026, khususnya untuk kegiatan yang bersifat nonfisik.

Dijelaskannya, kegiatan nonfisik dinilai lebih cepat direalisasikan karena tidak memerlukan proses pengadaan barang dan jasa yang biasanya membutuhkan waktu lebih panjang.

"Insyaallah di bulan depan (April 2026) ada beberapa yang cair, khususnya yang kegiatannya sifatnya non-fisik. Kegiatan non-fisik itu kami akan lebih cepat karena kalau yang fisik nanti ada proses pengadaan barang dan jasa," jelasnya.

Wahyu menambahkan, pencairan anggaran program RT Berkelas tersebut direncanakan mulai dilakukan setelah perayaan Idulfitri 2026.

"Bulan depan, insyaallah bulan depan, setelah hari raya Idul Fitri ini," katanya.

Sebagai informasi, program RT Berkelas merupakan salah satu program prioritas yang diusung oleh pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin. Program ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan terkecil.

Melalui program tersebut, setiap RT di Kota Malang mendapatkan bantuan anggaran dengan pagu hingga Rp50 juta yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pemberdayaan maupun pengembangan lingkungan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.