13 March 2026

Get In Touch

Kejutan! T-Rex Ternyata Berjalan Secepat Burung Unta

Kejutan! T-Rex Ternyata Berjalan Secepat Burung Unta

SURABAYA ( LENTERA ) - Tyrannosaurus rex (T-rex) ternyata bergerak secepat burung unta. Selama ini cara bagaimana ia bergerak adalah teka-teki yang paling menarik di kalangan ilmuwan dan publik. Pendekatan baru dalam memahami bagaimana dinosaurus bergerak ternyata bisa dijelaskan melalui perbandingan dengan burung modern seperti, burung unta yang masih ada sampai sekarang.

Banyak yang mengira bahwa pergerakan T-rex itu seperti umumnya reptil, yaitu lambat. Dalam penelitian baru ini menunjukkan bahwa T. rex kemungkinan besar bergerak seperti burung unta, hanya saja beda ukuran yang jauh lebih besar.

Bukti ini berasal dari sebuah analisis jejak kaki dan struktur fosil kaki T-rex yang dibandingkan dengan kaki burung unta.
Dengan penemuan struktur fosil kaki seperti itu, T-rex kemungkinan besar berjalan dan berlari dengan bertumpu pada jari kaki (tip-toe). Seperti burung unta yang tidak menapak seluruh telapak tangan yang sering digambarkan di film atau museum.

Gerakan yang lebih mirip dengan burung, memberi keseimbangan dan stabilitas pada seekor hewan yang tergolong bertanya bisa mencapai ton.
“Studi kami, sejauh pengetahuan kami, merupakan analisis biomekanik kuantitatif pertama tentang pengaruh pola pijakan kaki terhadap gaya berjalan Tyrannosaurus,” kesimpulan yang di dapat dari para peneliti yang diterbitkan di Royal Society Open Science. “Kami menemukan bahwa pes (segmen tungkai belakang terminal) T. rex berfungsi mirip dengan kaki burung.”

“Ini merupakan adopsi karakteristik seperti burung dalam cara berjalan T- rex, termasuk frekuensi langkah yang lebih tinggi, panjang langkah yang proporsional pendek, dan kecepatan maksimum yang agak tinggi. Jenis pergerakan ini akan mewakili pergeseran signifikan dalam pemahaman kita tentang bagaimana T-rex bergerak.”
Burung unta adalah salah satu hewan yang berkaki dua yang memiliki pergerakan tercepat di dunia saat ini, dengan kemampuan lari cepat untuk ukuran burung. 
Para ilmuwan mempelajari bagaimana langkah dan pola tumpuan kaki burung unta dalam bentuk rekaman sebagai analogi biomekanik untuk memahami bagaimana cara hewan-hewan berkaki dua besar bergerak.
Strukturnya yang efisien dan bisa menyebarkan beban dan menstabilkan tubuh saat ia berlari dan memberi petunjuk yang kuat tentang bagaimana cara T-rex di mengatur langkahnya di masa lalu.
Selama bertahun-tahun, budaya yang populer dan sering menggambarkan bahwa T. rex sebagai makhluk berjalan yang lambat dan berat atau dengan cara yang mirip seperti kadal raksasa.
Akan tetapi temuan ilmiah ini memperlihatkan bahwa T-rex ini lebih mirip dengan burung bipedal yang berukuran besar daripada reptil yang menyeret tubuhnya.
Banyak ahli paleontologi yang menyebutkan bahwa perilaku motorik T-rex lebih tepat dibandingkan dengan burung darat yang memiliki pergerakan yang cepat daripada hewan mamalia besar. 
Kibaskan Ekor Saat Berlari

Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun 2021 di jurnal Science Advances menunjukkan bahwa ekor dinosaurus yang panjang berayun ke kiri dan ke kanan saat dinosaurus berjalan, dan mengibas dengan lebih kuat ketika mereka berlari.

Selama ini, ekor dinosaurus telah dikaji dari berbagai kemungkinan fungsi, seperti pertahanan dari predator, komunikasi antar sesama spesies, serta peran dalam keseimbangan dan berenang.

Pemodelan terbaru menunjukkan bahwa ekor dinosaurus kemungkinan memiliki fungsi penting dalam pergerakan (lokomosi), jauh melampaui sekadar berperan sebagai penyeimbang tubuh dinosaurus yang tegak.

"Saat pertama kali melihat hasil simulasi, saya benar-benar terkejut," kata ahli paleontologi Peter Bishop dari Queensland Museum di laman Science Alert.

Simulasi tersebut memperlihatkan bahwa baik ekor maupun leher dinosaurus theropoda non-unggas (kelompok yang mencakup Tyrannosaurus rex dan Velociraptor) bergerak mengayun ke kiri dan ke kanan.

Dengan menerapkan parameter fisik dan biologis yang diperoleh dari studi pada hewan modern, Bishop dan rekan-rekannya menggunakan pendekatan seluruh tubuh, lengkap dengan model anatomi dan otot, untuk menciptakan model 3D yang sangat detail tentang perilaku berjalan hewan yang dinamis, berdasarkan hukum fisika yang mengatur sistem biologisnya.

Untuk menguji keakuratan model, mereka terlebih dahulu mensimulasikan pergerakan burung tinamou (Eudromia elegans), spesies burung modern yang hidup di daratan Amerika Selatan.

"Simulasi tersebut secara spontan menghasilkan pola berjalan dan berlari yang sangat cocok secara kinematik dan kinetik dengan pengamatan empiris," tulis tim peneliti dalam makalah mereka.

Model ini juga memprediksi bahwa burung tinamou dapat berlari hingga 2,62 meter per detik, sesuai dengan data yang telah diketahui sebelumnya. (Itqiyah_Mahasiswa UINSA yang berkontribusi dalam tulisan ini)


 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.