Sidak Takjil Bantaran Madiun Temukan Ciki Ngebul, Dinkes Ingatkan Bahaya bagi Kesehatan
MADIUN( Lentera) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur bersama Dinkes PPKB Kota Madiun menemukan penjualan ciki dengan efek asap atau dikenal sebagai ciki ngebul saat inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman takjil di kawasan Taman Bantaran, Kota Madiun, Senin (9/3/2026).
Temuan tersebut menjadi perhatian petugas karena produk tersebut diduga menggunakan dry ice atau nitrogen cair yang berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi secara langsung.
Sanitarian Dinkes Provinsi Jawa Timur, Yenni Dwi Kurniawaty, mengatakan penggunaan nitrogen cair pada makanan pernah menjadi sorotan nasional. Pemerintah bahkan telah mengeluarkan surat edaran sejak 2024 yang melarang konsumsi makanan dengan efek “ngebul”.
“Ciki ngebul dikhawatirkan mengandung nitrogen cair yang tidak diperuntukkan untuk dikonsumsi langsung oleh manusia,” ujarnya.
Menurutnya, nitrogen cair dapat menimbulkan iritasi pada kulit jika terkena secara langsung. Selain itu, jika tertelan dalam kondisi belum menguap sempurna, zat tersebut berpotensi melukai organ pencernaan.
Paparan suhu yang sangat dingin dari nitrogen cair juga dapat menyebabkan luka pada jaringan mulut, tenggorokan, hingga lambung. “Kalau tertelan sebelum benar-benar menguap, itu bisa menyebabkan iritasi bahkan cedera pada saluran pencernaan,” jelas Yenni.
Karena itu, temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pembinaan kepada pedagang. Dinkes juga akan melakukan koordinasi lintas daerah karena produk tersebut diketahui diproduksi di luar Kota Madiun. “Penjualannya di sini, tetapi produksinya di kabupaten lain. Jadi perlu koordinasi lintas daerah,” katanya.
Selain temuan tersebut, petugas juga mengambil sampel dari 10 jenis makanan dan minuman takjil yang dijual di kawasan Bantaran. Sampel di antaranya jelly, es buah, pentol, risol mayo, cilok hingga minuman kemasan.
Sebanyak enam sampel langsung diuji secara kimia menggunakan metode uji cepat di lokasi. Hasilnya seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.
Sementara empat sampel lainnya akan menjalani pemeriksaan mikrobiologi di laboratorium dengan estimasi hasil keluar dalam satu hingga dua hari.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga Dinkes PPKB Kota Madiun, Retno Dwi Wahyuni, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti hasil sidak dengan melakukan pembinaan kepada pedagang.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tampilan makanan yang menarik atau warna yang mencolok tanpa memperhatikan aspek keamanan pangan.
“Jangan hanya karena rasanya enak atau tampilannya menarik lalu dianggap aman. Masyarakat tetap harus waspada.” pungkasnya. (*)
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
