JAKARTA (Lentera) -Amerika Serikat kian gencar menyerang Iran dengan bersiap mengirimkan kapal induk ketiganya ke Timur Tengah yakni USS George H.W. Bush.
Dilansir dari Middle East Monitor yang mengutip Fox News, USS George H.W. Bush telah menyelesaikan persiapan untuk berangkat ke Mediterania Timur.
Kapal tersebut telah menjalankan persiapannya di lepas pantai Pulau Hatteras, Carolina Utara. Kapal induk itu memiliki puluhan pesawat tempur dan akan didampingi oleh kapal perusak berpeluru kendali.
AS sendiri saat ini masih mengandalkan dua kapal induknya dalam mengatasi perang dengan Iran yakni USS Gerald R. Ford saat ini beroperasi di Laut Merah dan kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Oman.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pun menjalankan segala macam cara untuk menyerang Iran. Di antara langkah lainnya, Trump akan segera bisa mengirim amunisi ke Israel.
Dilansir dari Asia One, pemerintahan Presiden Donald Trump menggunakan kewenangan darurat untuk mempercepat penjualan lebih dari 20.000 bom kepada Israel senilai sekitar 650 juta dolar AS (sekitar 830 juta dolar Singapura). Manuver ini sekaligus mengabaikan proses peninjauan Kongres AS.
Informasi ini disampaikan oleh dua pejabat AS yang mengetahui rencana penjualan tersebut. Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (6/3/2026) malam, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio menetapkan adanya kondisi darurat sehingga penjualan senjata ke Israel harus segera dilakukan.
Keputusan tersebut sekaligus mengesampingkan prosedur peninjauan oleh Kongres. Paket persenjataan itu mencakup sekitar 12.000 badan bom serbaguna BLU-110A/B berbobot 1.000 pon yang sebelumnya telah diminta oleh Israel.
Penjualan ini terjadi sekitar sepekan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi serangan udara bersama terhadap Iran, yang disebut sebagai operasi militer terbesar Washington sejak invasi Irak pada 2003.
Menlu China kutuk secara keras
Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengutuk keras perang yang terjadi di Timur Tengah antara Iran dengan AS-Israel. Menurutnya, perang harus segera dihentikan. Dilansir Channel News Asia, Wang Yi menggambarkan kawasan Timur Tengah saat ini seperti dilalap api.
"Ini adalah perang yang seharusnya tidak pernah terjadi, dan ini adalah perang yang tidak menguntungkan pihak mana pun," kata Wang dalam konferensi pers Minggu (8/3/2026), mengutip Bisnis.
Dia pun sekali lagi menyerukan penghentian permusuhan segera. Kepala Komisi Urusan Luar Negeri Pusat Partai Komunis China itu menjelaskan bahwa membalas kekerasan hanya akan menimbulkan kebencian baru dan menabur benih krisis baru.
"China sekali lagi menyerukan penghentian segera operasi militer, untuk mencegah situasi semakin memburuk dan untuk menghindari meluasnya konflik," kata Wang.
Beijing sebelumnya juga telah menyerukan solusi yang tepat dan layak untuk menyelesaikan ketegangan yang melibatkan Iran dan Timur Tengah. Solusi termasuk menghormati kedaulatan negara, menolak penyalahgunaan kekerasan, tidak adanya campur tangan dalam urusan internal negara, dan kembali ke dialog politik daripada kekuatan militer.
"Kami percaya bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas Iran dan semua negara di kawasan Teluk harus dihormati dan tidak boleh dilanggar,” kata Wang.
Editor: Arifin BH





.jpg)
