08 March 2026

Get In Touch

Tinjau Parkir Malam Hari Eri Cahyadi Temukan Masalah, Mulai Tanda Non Tunai hingga Jukir Tanpa Pengenal

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan tinjauan lapangan parkir di Taman Bungkul.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan tinjauan lapangan parkir di Taman Bungkul.

SURABAYA (Lentera) -Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Pemkot dan anggota  TNI dan Polri menggelar kegiatan Cipta Kondisi Asuhan Rembulan pada Sabtu (7/3/2026) malam.

Wali Kota Surabaya turun langsung meninjau fasilitas parkir di sejumlah ruang publik untuk memastikan penerapan sistem parkir non tunai berjalan optimal.

Eri menyisir beberapa titik parkir di sekitar Taman Bungkul dan Taman Apsari. Ia mengecek kelengkapan atribut juru parkir (jukir) sekaligus mengevaluasi penerapan sistem pembayaran parkir digital.

Saat berada di area parkir Taman Bungkul, Eri menemukan belum adanya plakat atau penanda yang menunjukkan bahwa lokasi tersebut telah menerapkan pembayaran parkir non tunai. Ia pun langsung meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk segera memasang penanda tersebut.

“Karena ini programnya permintaan warga Surabaya, kami sudah memfasilitasi. Maka tugasnya Dishub memastikan ada tulisan non tunai di tempat parkir. Kalau tidak ada tulisannya, nanti programnya tidak jalan,” kata Eri dalam keterangan resminya, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, keberadaan penanda sangat penting agar masyarakat mengetahui bahwa pembayaran parkir dapat dilakukan secara digital. Ia juga menegaskan tidak ingin lagi ada praktik penarikan tarif parkir yang melebihi ketentuan resmi.

“Jangan sampai kami sudah menyediakan fasilitas seperti ini, tapi masih ada yang bilang bayar parkir Rp10 ribu atau ditarik di luar harga sesuai karcis,” tuturnya.

Eri juga melihat adanya juru parkir resmi yang tidak mengenakan tanda pengenal saat bertugas. Ia meminta setiap jukir menggunakan atribut lengkap agar masyarakat dapat membedakan antara jukir resmi dan jukir liar.

“Agar orang tahu kalau itu jukir resmi. Kalau tidak pakai tanda pengenal, nanti dikira tidak resmi lalu menarif di atas standar harga, bisa menimbulkan masalah. Makanya kita gunakan sistem non tunai,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan Dishub untuk memasang plakat parkir non tunai di seluruh titik parkir tepi jalan umum (TJU). Selain itu, setiap titik parkir nantinya akan dilengkapi foto jukir resmi yang bertugas di lokasi tersebut.

Setelah dari Taman Bungkul, Eri bersama jajaran TNI dan Polri melanjutkan peninjauan ke area parkir Taman Apsari. Di lokasi ini, ia kembali memeriksa kelengkapan fasilitas parkir dan atribut juru parkir.

Hasil evaluasi di dua lokasi tersebut,Eri menilai masih banyak warga yang belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran parkir non tunai. Sebagian masyarakat masih memilih membayar secara tunai, sementara lainnya belum mengetahui adanya fasilitas pembayaran digital menggunakan e-wallet, kartu e-toll, maupun QRIS.

“Warga masih ada yang pakai tunai dan ada yang non tunai. Dari evaluasi ini kita akan pasang plakat non tunai dan menyediakan kartu e-wallet. Jadi ketika mereka bayar Rp5 ribu, isinya juga Rp5 ribu, sehingga warga nanti terbiasa menggunakan itu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan berbagai temuan di lapangan menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Surabaya untuk memperkuat pengawasan sekaligus mempercepat sosialisasi sistem parkir non tunai kepada masyarakat.

“Pengawasan harus dikuatkan. Masih ada jukir yang tidak pakai tanda pengenal dan warga yang belum terbiasa membayar non tunai. Nanti kita sosialisasi lagi dan dibantu TNI/Polri karena bulan ini sistemnya sudah berjalan,” ungkapnya.

Eri juga memastikan jajaran pemkot bersama TNI dan Polri akan menindak tegas juru parkir yang tidak menggunakan atribut resmi.

“Agar masyarakat tahu mana jukir liar dan mana yang resmi. Kalau ada yang tidak pakai tanda pengenal akan kita tangkap dan diproses tipiring. Ini akan kita lakukan terus secara masif,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.