07 March 2026

Get In Touch

BI Sebut Operasi Pasar dan Penguatan Pasokan Pangan Jadi Kunci Tekan Inflasi Lebaran

Ilustrasi: Pedagang komoditi tanaman tanaman holtikultura di pasar Kota Malang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Pedagang komoditi tanaman tanaman holtikultura di pasar Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang menyebut operasi pasar yang tepat sasaran menjadi langkah penting untuk menekan potensi kenaikan inflasi menjelang Lebaran Idul Fitri 2026. Selain itu, penguatan pasokan pangan juga diperlukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Lebaran.

Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Dedy Prasetyo, mengatakan sejumlah langkah antisipatif sejatinya telah disiapkan oleh pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dijadwalkan sebanyak 34 kali selama Ramadan ini.

"Kemudian nanti dari Diskopindag kemungkinan akan menggelar operasi pasar juga. Kemudian Pak Wali juga sempat menyatakan akan mengaktifkan Warung Tekan Inflasi (WTI) lagi," ujar Dedy, Jumat (6/3/2026).

Dedy nenjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi Kota Malang pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,74 persen secara month to month (mtm/bulanan). Komoditas cabai menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi tersebut dengan andil sekitar 0,2 persen.

Untuk mengendalikan tekanan harga dalam jangka pendek, BI menilai operasi pasar perlu dilakukan secara tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat komoditas.

"Operasi pasarnya harus tepat waktu, maksudnya sekarang. Jangan ditunda-tunda lagi. Kedua, tepat lokasi, harus tepat di titik-titik lokasi konsumennya," kata Dedy.

Kemudian, Dedy juga menambahkan bahwa komoditas yang disalurkan dalam operasi pasar juga harus disesuaikan dengan barang yang mengalami kenaikan harga. Menurutnya, operasi pasar tidak akan efektif jika komoditas yang dijual tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Jangan yang naik komoditas cabai tetapi yang di operasi pasar komoditas lain. Itu tidak menjawab," ujarnya.

Selain operasi pasar, penguatan pasokan juga menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan barang di pasar tetap terjaga. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menambah suplai komoditas. Serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

"Jangan sampai terjadi kelangkaan. Kemudian dilakukan sidak pasar untuk memastikan barang tidak langka, ketersediaannya cukup dan pasokannya lancar. Kemudian masyarakat juga jangan panik," kata Dedy.

Ia menilai, jika langkah pengendalian tersebut terlambat dilakukan, maka potensi kenaikan inflasi menjelang Lebaran tetap ada. Meski demikian, BI memperkirakan tekanan inflasi tidak akan lebih tinggi dibandingkan capaian pada Februari.

"Kalau terlambat, Lebaran ini inflasi bisa tinggi. Tetapi prediksi kami tidak lebih tinggi dari bulan Februari," katanya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.