07 March 2026

Get In Touch

Ditemukan Spesies Baru: Dinosaurus Berduri

Ditemukan Spesies Baru: Dinosaurus Berduri

SURABAYA ( LENTERA ) - Spesies dinosaurus berduri telah ditemukan oleh para paleontolog.  Umumnya dinosaurus bersisik, beberapa juga ditutupi oleh lempengan tulang untuk pelindung, dan beberapa yang lainnya berbulu.

Spesies ini ditemukan di timur laut Tiongkok. Spesies baru ini dinamai Haolong dongi. yang artinya “Naga berduri”. Haolong tampak seperti mengenakan mantel yang berbulu yang terbuat dari kulit landak.

Duri-duri tersebut terletak di sekitar leher, punggung, dan sisi tubuhnya, sejajar satu sama lain, dan mengarah ke bagian belakang dinosaurus. Duri-duri tersebut berukuran kecil, sekitar 2 sampai 3 milimeter panjangnya, tetapi ada juga yang berukuran 5 hingga 7 milimeter, tapi ada juga yang berukuran lebih besar yakni 44 milimeter.

Spesies Haolong hanya dikenal dari satu spesimen. Kerangkanya hampir lengkap dengan memiliki panjang 2,45 meter atau 8 kaki, dengan kulit yang terawetkan dengan sangat baik. Ketika ditemukan tulang-tulang tersebut menunjukkan bahwa spesies ini mati ketika masih muda.

Para ilmuwan tidak bisa memastikan apakah duri-duri itu juga merupakan ciri khas dari Haolong dewasa atau bisa rontok dengan sendirinya ketika bertumbuh dewasa. Sekilas duri-duri itu sangat mirip dengan bulu dinosaurus purba yang lain. Tetapi para ilmuwan menunjukkan bahwa bulu ini sudah ada sebelum Haolong muncul yaitu sekitar 125 juta tahun yang lalu.

Menurut para ilmuwan duri-duri tersebut membantu untuk menjaga tubuh hewan agar tetap hangat, karena spesies ini hidup di iklim yang relatif dingin. 
Para ilmuwan menduga bahwa penjelasan yang mungkin adalah duri-duri tersebut ada untuk menghalau para predator. Wilayah tempat tinggal Haolong dikelilingi oleh hewan karnivora yang relatif kecil, sehingga sistem pertahanannya bisa berevolusi untuk mengatasi tekanan tersebut.

Duri-duri yang dimiliki oleh Haolong tidak cukup kuat untuk melukai, apalagi membunuh predator yang menyerang, tetapi cukup untuk mengganggu sehingga membuat hampir semua hewan lain tampak seperti mangsa yang lebih menarik.

“Pertahanan ini tidak serta merta memberikan perlindungan yang tak tertembus terhadap gigi dan cakar theropoda, tetapi membuat mangsa lebih sulit dan memakan waktu lebih lama untuk dibunuh dan dicerna, dan akhirnya mengurangi kemungkinan keberhasilan pencernaan,” ungkap para peneliti. (Masykurotul_Mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.