Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp8,35 Miliar di Tuban, Pastikan Tepat Sasaran dan Pemakaian
TUBAN (Lentera) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Salah satunya dengan terus konsisten menyalurkan bantuan sosial (Bansos) dalam program Sapa Bansos dan Amaliah Ramadan di berbagai daerah. Sapa Bansos dan Amaliah Ramadan ke-10 dilakukan di Kabupaten Tuban dengan nilai Rp8.358.950.000, pada Kamis (5/3/2026).
Gubernur Khofifah menandaskan pada Sapa Bansos dan Amaliah Ramadan kali ini sekaligus memastikan harapan penyaluran seluruh bansos tersebut memastikan tepat sasaran dan tepat pemakaian.
“Karena memang ada yang harusnya untuk modal. Jadi nanti bisa kita lihat, saya biasa suka tanya kalau pencairan gitu yang untuk KUBE (Kelompok Usaha Bersama) Jatim kan Rp3 juta, untuk apa?. Mereka biasa (menjawab), ‘Oh, saya beli mesin obras, Bu,’ atau kemarin ‘Saya beli mesin cuci, Bu, karena mau buka usaha cuci baju,’ misalnya, dan seterusnya,” kata Gubernur Khofifah didampingi Bupati Tuban, Aditya Halindra Farizky saat wawancara setelah penyaluran Bansos di Pendopo Kabupaten Tuban.
Gubernur Khofifah Kembali menegaskan bahwa dalam pencairan bansos termasuk yang di kabupaten Tuban ini tepat sasaran. “Harapan kita tentu tepat sasaran dan tepat penggunaan,” tandasnya.
Dalam Sapa Bansos dan Amaliah Ramadan, lanjut Gubernur Khofifah, ada yang bersifat charity untuk asistensi sosial penyandang disabilitas. Sehingga bansos tersebut sifatnya adalah bantuan yang bersifat charity. Demikian juga bantuan untuk lansia kurang mampu juga bersifat charity. “Jadi ada bantalan sosial, ada bantalan ekonomi,” sambungnya.
Disinggung tentang program santuan dari Pemkab Tuban sudah berjalan hingga tahun kelima, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa apa yang dilakukan Pemprov Jatim, sifatnya komplementaritas. Dia menambahkan bahwa Pemerintah Pusat hingga kabupaten/kota juga melakukan intervensi. Sedangkan program dari Pemprov Jatim bersifat komplementaritas.
Sedangkan dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyebutkan beragam penerima manfaat. Di antaranya adalah penerima KIP Jawara dan penerima program untuk pengentasan kemiskinan ekstrem. “Mudah-mudahan usaha panjenengan lancar, laris, rezekinya luas, barokah. Al-Fatihah," katanya.
Kemudian juga ada penerima zakat produktif. Di mana zakat produktif ini bagian dari CSR BUMD di Jawa Timur. “Jadi ada BUMD yang uangnya jauh lebih banyak dari uang APBD Provinsi Jawa Timur, dan itu adalah Bank Jatim,” jelas Khofifah.
Secara nasional, tahun ini nilai bansos mencapai Rp160.945.500.000. Kemudian untuk BKK serta BKD seluruh Jawa Timur senilai Rp285.437.488.000. Sedangkan bansos, BKK, BKD, dan juga Jakpro untuk Kabupaten Tuban senilai Rp8.358.950.000.
Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Farizky mengatakan komitmen Gubernur Khofifah dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pilar-pilar sosial, sangat luar biasa seperti program perlindungan jaminan sosial tetap ada di Tuban, seperti PKH Plus, ASPD.
“Kami melaporkan, Ibu, bahwa sinergitas antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten Tuban selama ini berjalan dengan sangat baik. Program-program seperti PKH Plus, bantuan untuk anak yatim, serta santunan bagi pilar sosial yang gugur dalam tugas, telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat kami," kata Bupati Halindra.
Dia juga mengatakan bahwa Pemkab Tuban terus berupaya tegak lurus dengan visi dan misi pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Halindra mengaku untuk menghadapi tantangan ke depan, khususnya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, memerlukan kolaborasi yang kuat.
“Kami juga sangat berterima kasih atas perhatian Ibu terhadap pilar sosial kami. Tunjangan dan apresiasi yang diberikan Ibu Gubernur kepada Tagana dan TKSK di Tuban sangat memotivasi mereka untuk terus mengabdi tanpa pamrih,” katanya. (*)
Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
