03 March 2026

Get In Touch

Imbas Perang Iran, Keberangkatan dan Kepulangan Ribuan Jamaah Umrah Jatim Tertunda

Ilustrasi ibadah umrah. (foto:ist/Kompas.com/Pexels)
Ilustrasi ibadah umrah. (foto:ist/Kompas.com/Pexels)

SURABAYA (Lentera) - Keberangkatan ribuan jamaah umrah asal Jawa Timur (Jatim) terancam tertunda, imbas perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Jatim, Asadul Anam mengatakan ada imbauan dari pemerintah pusat, untuk menunda keberangkatan jamaah pada Minggu, 1 Maret 2026. 

“Sudah mengeluarkan statement yang melalui Pak Wakil Menteri Haji, untuk menunda keberangkatan. Ini sedang kita himpun,” kata Anam ketika dikonfirmasi mengutip Kompas.com, Senin (2/3/2026). 

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), total ada 2.100 jamaah yang terdaftar akan melakukan perjalanan umrah. 

Sementara itu, menurutnya, terkait teknis operasionalnya merupakan kuasa setiap biro perjalanan atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Daftar yang ada di Siskopatuh itu ada sekitar 2.100 jamaah yang sudah mendaftar di Nusuk Masar, yang akan berangkat pada hari-hari ke depan ini,” ujar Anam. 

“Itu kita belum tahu, karena teknisnya kan berada di otoritas PPIU sendiri bukan di kita. Tapi tetap kita pantau untuk proses keberangkatan dan sebagainya seperti apa,” katanya lagi. 

Anam mengungkapkan, masih belum bisa menentukan tanggal keberangkatan para jamaah tersebut. Sebab, pihaknya tidak tahu kapan konflik antar negara itu akan mereda di Timur Tengah. 

“Saya kira yang harus diperhatikan adalah aspek eskalasinya. Ya, kalau nanti eskalasinya ini semakin tinggi, saya kira akan lebih diperketat terkait dengan itu,” ujarnya. 

Di sisi lain, Anam mengimbau, para jamaah tetap tenang dan aktif mencari informasi terbaru melalui agen travel. Dia pun berharap, komunikasi antara PPIU dan calon jemaah umrah bisa berjalan dengan transparan. 

Diketahui, pemerintah melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau agar calon jamaah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. 

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil. 

Pemerintah juga meminta, jamaah yang sudah berada di Arab Saudi maupun keluarga di Tanah Air tetap tenang. Dia menegaskan, bahwa Koordinasi terus dilakukan dengan otoritas Arab Saudi, maskapai, dan PPIU guna memastikan jamaah umrah yang terdampak penundaan tetap memperoleh fasilitas yang aman dan layak. 

“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan serta mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan dan kenyamanan jamaah,” pungkasnya.

Selain keberangkatan, saat ini ribuan jamaah umrah asal Jatim dilaporkan tertahan di Arab Saudi, imbas perang Israel-Amerika vs Iran dalam beberapa hari terakhir.

Kementerian Haji Kantor Wilayah (Kanwil) Jatim menyebut, berdasarkan data sementara setidaknya ada 9.400 jemaah umrah asal Jatim tertunda kepulangannya.

"Betul ada kurang lebih 9.400 jemaah umrah asal Jawa Timur yang tertunda kepulangannya," kata Plt Kepala Kemenhaj Jatim, Asadul Anam mengutip CNN Indonesia, Senin (2/3/2026).

Menurut Anam, penundaan kepulangan terjadi seiring dengan penyesuaian jalur penerbangan dan kebijakan otoritas setempat, yang mempertimbangkan faktor keselamatan.

"Hingga saat ini seluruh jamaah dalam kondisi aman dan berada di bawah pendampingan pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU)," ungkapnya.

Kemenhaj mengimbau, para jemaah dan keluarga di Jatim untuk tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi terkait jadwal kepulangan yang dinilai aman.

 

 

Editor: Arief Sukaputra/Berbagai sumber

 

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.