26 February 2026

Get In Touch

Ngabuburit Ramadan 2026 di Tugu Pahlawan, Sajikan Kuliner hingga Wisata Sejarah

Suasana ngabuburit di Tugu Pahlawan Surabaya.
Suasana ngabuburit di Tugu Pahlawan Surabaya.

SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar kegiatan Ngabuburit Ramadan 2026, di kawasan Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember.

Kegiatan yang memadukan hiburan, kuliner, dan edukasi sejarah ini akan berlangsung pada 28 Februari dan 1 Maret 2026, pukul 15.00–21.00 WIB, dengan harga tiket masuk mulai Rp5.000.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma’munah mengatakan kegiatan ngabuburit di kawasan bersejarah tersebut, telah menjadi agenda rutin selama hampir tiga tahun terakhir setiap Ramadan. Namun, pada 2026 konsep acara dikemas lebih segar untuk menarik minat generasi muda.

“Jika sebelumnya lebih menonjolkan konsep seperti Night at The Museum atau Cangkrukan Juang dengan kuliner tradisional, tahun ini kami menghadirkan kuliner kekinian agar anak-anak muda semakin tertarik datang ke Tugu Pahlawan,” kata Saida, Rabu (25/2/2026).

Selain berburu takjil dan jajanan berbuka puasa, pengunjung juga dapat menikmati pasar murah, bazar UMKM, kuis interaktif bertema sejarah, serta berbagai program dukungan CSR. 

Menjelang waktu berbuka, panitia menghadirkan kultum, musik Islami, dagelan dan ludruk, hingga penampilan anak-anak Rumah Kreatif binaan Pemkot Surabaya, termasuk anak-anak disabilitas.

Menurut Saida, seluruh pengisi acara merupakan talenta lokal binaan pemerintah kota. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang apresiasi bagi pelaku seni dan komunitas di Surabaya.

Yang membedakan dengan kegiatan serupa di lokasi lain, adalah keberadaan museum yang tetap dibuka selama acara. Pengunjung dapat masuk ke Museum Sepuluh Nopember untuk mempelajari sejarah perjuangan Kota Pahlawan, sekaligus mengikuti kuis edukatif seputar peristiwa 10 November.

“Ngabuburit di sini bukan sekadar menunggu waktu berbuka. Ada nilai edukasi sejarah dan semangat kepahlawanan yang ingin kami tanamkan,” jelasnya.

Kegiatan dipusatkan di ruang terbuka hijau depan Tugu Pahlawan. Panitia menyediakan tempat duduk bagi pengunjung, namun masyarakat juga diperbolehkan membawa tikar atau kursi lipat dengan konsep santai seperti mini camping. Kebersihan kawasan tetap menjadi perhatian utama selama acara berlangsung.

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat terbilang tinggi, terutama saat akhir pekan dengan dominasi pengunjung kalangan muda. Tren kunjungan pun disebut terus meningkat.

Dengan tiket mulai Rp5.000, pengunjung sudah dapat menikmati seluruh rangkaian acara sekaligus mengakses museum. Pemesanan tiket dilakukan secara daring melalui laman tiketwisata.surabaya.go.id.

Ke depan, Pemkot Surabaya berharap kegiatan bernuansa sejarah dan kepahlawanan ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya saat Ramadan atau peringatan 10 November, tetapi juga dalam berbagai momentum sepanjang tahun.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.