26 February 2026

Get In Touch

Brow Bomber dan Sulam Alis Pilih Mana ?

Brow Bomber dan Sulam Alis Pilih Mana ?

 

SURABAYA ( LENTERA ) - Tren kecantikan semakin hari semakin berkembang, salah satu spot yang menjadi perhatian adalah alis, karena memiliki alis yang tebal dan rapi adalah impian dari setiap perempuan, sehingga banyak pilihan untuk treatment alis.

Jika sebelumnya treatment sulam alis jadi salah satu trend, kini hadir lagi perawatan brow bomber. Dengan bentuk perawatan yang berbeda-beda. 

Brow bomber adalah perawatan untuk membuat alis tampak lebih tebal, blushy, dan fluffy tanpa menggunakan jarum. Prosedurnya yang dengan cara pembersihan alis, pengolesan krim khusus dan pengaplikasikan tint. 

Sementara, sulam alis adalah metode instan untuk membuat tampilan alis lebih bagus dengan menambahkan pigmen warna yang mengikuti pertumbuhan alis asli. Hanya memengaruhi lapisan terluar kulit dan bertahan selama dua tahun. 

Brow bomber cocok untuk alis tebal namun tumbuh tidak beraturan, sementara sulam alis cocok untuk yang memiliki alis tipis dan ingin memiliki hasil yang lebih lama. Konsultasi dengan dokter kecantikan disarankan sebelum memilih metode.

Brow bomber

Brow bomber merupakan untuk membuat tampilan alis jadi tampak lebih blushy dan fluffy. Dalam pengaplikasiannya. 

Brow bomber menggunakan teknik merapikan arahtumbuh alis dengan cara yang alami, tanpa menggunakan jarum, dan hasil akhirnya alis akan terlihat tebal dan rapi.

Adapun, prosedur melakukan brow bomber cukup sederhana. Pertama, membersihkan alis dari kotoran dan debu, lalu dilanjutkan dengan mengoleskan krim khusus yang kaya akan vitamin. 

Krim tersebut akan bertugas menutrisi bulu alis agarlembut dan mudah diatur, dan krim itu juga digunakan untuk memberikan proteksi pada pertumbuhan alis agar selalu sehat.

Yang terakhir yaitu, mengaplikasikan tint yang bertujuan untuk merapikan alis dan menambah rambut alis yang kosong.

Sulam alis

Metode sulam alis bisa dikatakan sebagai cara instan untuk membuat tampilan alis lebih bagus. Prosedurnya pengaplikasiannya. 

Dengan menambahkan pigmen warna yang nantinya akan dibentuk mengikuti pertumbuhan rambut alis asli atau yang dikenal juga dengan sebut feathering.

Tahapan prosedur sulam alis yang pertama adalah membersihkan area tersebut dan dilanjutkan dengan pengolesan krim anestesi.

Tahapan anestesi dibutuhkan untuk meminimalisir rasa sakit pada proses sulam alis atau yang disebut microblading.

Meskipun terlihat mirip, tetapi sulam alis berbeda dengan tato alis karena hanya akan memengaruhi lapisan terluar kulit, yakni epidermis. Sehingga hasilnya hanya akan bertahan selama dua tahun dengan touch up rutin. (Ella Alfatika-UINSA, berkolaborasi dalam tulisan ini)

Cara merawat sulam alis

Menempelkan Kapas Basah

Sekitar dua jam setelah menyulam alis, tempelkan kapas basah yang steril ke area alis yang baru selesai disulam. Karena proses sulam ini memasukkan pigmen ke dalam lapisan kulit, hal ini penting kamu laksanakan untuk menghilangkan zat pewarna (pigmen) berlebih pada area alis.

Cara ini juga membuat area alis jadi tetap steril serta mempercepat pigmennya memunculkan warna yang lebih alami. Lakukan treatment ini selama sekitar 1-2 minggu agar hasil sulaman alis kamu awet.

Jangan Basahi Area Alis

Daerah sulaman yang baru selesai, jangan kamu basuh dengan air. Kamu harus menjaga agar area alis tidak terkena udara selama sekitar 10 hari. Aturan ini berlaku dalam semua kondisi. Oleh karena itu, ketika mandi pun usahakan agar wajah kamu tetap kering sehingga perawatan kamu lebih optimal.

Jangan Menggunakan Riasan Wajah

Selain menghindari udara dari area wajah terutama alis, pasca menyulam kamu juga tidak boleh menggunakan riasan wajah. Karena pigment dari hasil sulaman masih menempel pada area kulit yang luka, bisa tertutup jika kamu makeup.

Hindari Aktivitas Penyebab Keringat Lebih Lanjut

Selama menunggu kulit di sekitar alis kamu pulih dari efek proses penyulaman, sebaiknya hindari aktivitas yang bisa membuat kamu banyak berkeringat. Seperti olahraga berat, mandi uap (sauna), apalagi berenang.

Kamu perlu melakukan ini untuk menjaga agar luka bekas sulaman di area alis kamu tetap steril dan bisa bocor sembuh.

Gunakan Obat Oles Atau Krim

Setelah proses penyulaman selesai, mintalah krim atau salep yang biasanya disediakan oleh tempat kamu melakukan penyulaman alis tersebut. Setelah proses penyembuhannya selesai, gunakan juga krim tabir surya untuk menjaga agar area alis yang disulam tetap awet.

Hindari Menggaruk Alis

Ketika luka mulai sembuh, maka terkadang akan terasa gatal di sekitar area lukanya. Jika ini terjadi pada area alis yang kamu sulam, jangan menggaruknya. Karena pigmen yang masih menempel di bagian kulit yang gatal bisa ikut terkelupas. Hal ini bisa membuat warna alis kamu tidak merata nantinya.

Lakukan Retouch Sulaman Alis

Melakukan treatment retouch pada sulaman alis kamu agar warnanya terjaga. Karena tidak seperti tato yang menggunakan tinta permanen, sulam alis menggunakan pigmen semi permanen yang membutuhkan penebalan ulang agar tidak mudah memudar.

Melakukan retouch sulaman alis kamu setidaknya setahun sekali agar hasil sulaman alis kamu tetap terlihat menawan. Namun setelah dua tahun, semuanya akan memudar dan kamu perlu menyulam ulang alis kamu lagi.

Sulam alis tidaklah seperti tato yang hasilnya bisa permanen, karena menggunakan pigment semi permanen, bahkan ada yang menggunakan bahan herbal alami.

Cara merawat brow bomber 

1. Hindari Menyentuh atau Menggosok Alis Terlalu Sering

Menyentuh atau menggosok alis dapat membuat produk yang digunakan untuk laminasi alis cepat hilang. memilih menghindari kebiasaan ini agar hasilnya lebih tahan lama.

2. Gunakan Produk yang Tepat untuk Perawatan Alis

Perawatan alis yang rutin menggunakan serum yang tepat dapat menjaga kelembapan dan bentuk alis . Serum Alis adalah pilihan yang tepat untuk menjaga hasil laminasi alis tetap awet lebih lama. Produk ini diformulasikan khusus untuk perawatan alis, memberikan nutrisi dan kelembapan yang dibutuhkan alis agar tetap terjaga.

3. Jangan Basahi Alis dalam 24 Jam Pertama

Setelah melakukan laminasi alis, hindari agar alis terkena air dalam waktu 24 jam pertama. Udara atau keringat dapat merusak hasil laminasi, sehingga lebih baik dihindari untuk memastikan hasil yang maksimal.

4. Hindari Penggunaan Produk Berbasis Minyak

Produk berbahan dasar minyak dapat merusak struktur alis yang telah dilaminasi. sebaiknya hindari penggunaan makeup atau produk perawatan yang mengandung minyak pada alis agar bentuknya tetap terjaga.

5. Rutin Menyikat Alis

Menyikat alis dengan sikat alis yang lembut setiap hari dapat membantu menjaga bentuk alis tetap teratur dan tidak kusut. Menyikat alis juga dapat memberikan tampilan yang lebih rapi, membuat hasil brow lamination terlihat lebih sempurna.(*)

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.