25 February 2026

Get In Touch

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (kiri) saat menerima sertifikat skor Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria (kanan) di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (antara)
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (kiri) saat menerima sertifikat skor Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria (kanan) di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (antara)

LAMONGAN (Lentera) - Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Lamongan tahun 2025 melampaui rata-rata nasional. IDSD Lamongan mencapai 3,81 atau berkategori tinggi, sedangkan rata-rata nasional sebesar 3,50. Sertifikat apresiasi IDSD diserahkan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

IDSD merupakan instrumen strategis untuk mengukur dan memantau tingkat daya saing provinsi serta kabupaten/kota secara sistematis berbasis data.

"Peningkatan IDSD Kabupaten Lamongan ditopang oleh empat komponen utama, diantaranya aspek lingkungan pendukung, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat infrastruktur serta menjaga stabilitas ekonomi makro daerah. Adapun arus investasi menunjukkan tren positif, didukung kemudahan perizinan dan kepastian regulasi, sehingga akan menjadikan Kabupaten Lamongan semakin dikenal sebagai daerah yang ramah investasi," kata bupati yang akrab dengan panggilan Pak Yes ini melansir keterangan tertulis pada Selasa (24/2/2026).

Kemudian, pada aspek sumber daya manusia, Pemkab Lamongan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan secara merata dan inklusif. Akses yang semakin terbuka menjadi upaya nyata dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sedangkan pada aspek pasar, berbagai program penguatan UMKM terus digencarkan, mulai dari peningkatan kualitas produksi, penguatan branding, hingga perluasan akses pasar termasuk ke tingkat ekspor. Di sisi lain, kesempatan kerja juga diperluas melalui inkubasi bisnis, pelatihan vokasi, serta fasilitasi penempatan tenaga kerja.

Sementara itu pada aspek ekosistem inovasi, melalui peran aktif Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kabupaten Lamongan konsisten membangun budaya inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Salah satunya melalui agenda Megnotek yang menjadi ruang strategis dalam mempertemukan inovator, teknologi, dan kebutuhan daerah agar inovasi mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"Capaian IDSD 2025 ini merupakan refleksi dari konsistensi pelaksanaan lima belas program prioritas," katanya.

Program prioritas ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil, memastikan pemerataan pembangunan, serta memperkuat harmoni sosial di Kabupaten Lamongan.

Dengan tren peningkatan yang terus terjaga, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis dapat semakin memperkokoh posisi sebagai daerah yang kompetitif, adaptif, dan berkelanjutan, serta berkontribusi nyata dalam penguatan daya saing nasional. (*)


Editor : Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.